5 Teknik Pengendalian Bahaya di Tempat Kerja

Subscribe Youtube Channel!

5 teknik pengendalian bahaya di tempat kerja

5 teknik pengendalian bahaya di tempat kerja – Ada beragam potensi bahaya dalam tempat kerja. Katakan saja misalnya bahaya kimia, bahaya biologi, bahaya fisik, bahaya ergonomi, bahaya psikologi, bahaya lingkungan serta bahaya radiasi.

Kecelakaan kerja bisa berlangsung jika potensi bahaya-bahaya k3 yang ada dalam tempat kerja itu tidak dikontrol dengan baik.

Bila ada potensi bahaya kebakaran, akan tetapi anda tidak lakukan pengendalian dengan pas, jadi apakah yang akan berlangsung?

Kebakaran !

Maka, pengendalian bahaya menggenggam fungsi begitu penting dalam mencegah kecelakaan kerja.

Identifikasi Bahaya
Akan tetapi, sebelum bisa lakukan upaya-upaya pengendalian bahaya k3, jadi langkah awal yang perlu dikerjakan ialah pastikan semua potensi bahaya sudah diidentifikasi.

  1. Pastikan proses identifikasi anda kerjakan dengan cermat.
  2. Jangan pernah ada potensi bahaya yang tidak teridentifikasi.
  3. Saat ada potensi bahaya yang tidak berhasil diidentifikasi, jadi itu berarti anda tidak pernah dapat mengatur potensi bahaya itu.

Bila semua potensi bahaya sudah diidentifikasi serta dievaluasi tingkat resikonya, jadi langkah setelah itu pilih tehnik pengendalian bahaya yang tepat.

Aplikasi teknik pengendalian bahaya yang pas jadi begitu penting dalam meminimalisir efek dari potensi bahaya k3 yang ada.

5 Teknik Pengendalian Bahaya

Ada 5 (lima) tehnik pengendalian bahaya yang lebih popular dengan arti hirarki pengendalian bahaya atau hazard control hierarchy atau hierarchy of control. Hirarki pengendalian bahaya berikut sebagai prinsip penting pengendalian bahaya dalam tempat kerja.

Ke lima tehnik pengendalian bahaya itu ialah:

  1. Elimination
  2. Reduction
  3. Engineering control
  4. Administrative control
  5. Personal Protective Equipment (PPE)

Tata posisi pengendalian bahaya k3 yang benar yaitu dengan ikuti hieararchy of control diatas.

Berarti, tehnik pengendalian bahaya diambil berdasar pada tata posisi diatas, diawali dari tehnik paling tinggi yaitu elimination atau eliminasi. Berikut ini kita ulas dengan singkat apakah yang dimaksud oleh ke lima tehnik diatas.

  1. Elimination: dengan memakai tehnik ini, bahaya di hilangkan benar-benar dari tempat kerja atau ruang kerja.
  2. Reduction: tehnik ini tidak bisa menghilangkan bahaya k3 seperti tehnik pertama, tetapi cuma turunkan tingkat bahayanya.
  3. Engineering control: tehnik ini diaplikasikan lewat cara lakukan eksperimen atau modifikasi, untuk kurangi paparan bahaya dari sumbernya.
  4. Administrative control: dengan memakai tehnik yang satu ini, bahaya dikontrol dengan menyiapkan mekanisme operasi atau SOP, penyusunan jam kerja, dan sebagainya.
  5. Personal Protective Equipment: paparan bahaya dikontrol dengan memakai alat pelindung diri yang sesuai dengan.

Contoh Aplikasi Tehnik Pengendalian Bahaya di Tempat Kerja
Untuk memberi pandangan serta aplikasi tiap-tiap tehnik pengendalian bahaya diatas, mari kita lihat contoh-contoh yang sudah dikerjakan di lapangan.

Contoh aplikasi tehnik elimination:
Untuk penuhi keperluan air bebas mineral, satu perusahaan memakai tehnologi penukar ion. Asam klorida (HCl) serta natrium hidroksida (NaOH) dipakai menjadi bahan kimia untuk proses pergantian resin kation serta resin anion.

Permasalahannya, HCl serta NaOH ialah bahan kimia B3. Keduanya mempunyai potensi paparan bahaya kimia pada pekerja serta lingkungan.

Untuk menghilangkan potensi bahaya dari ke-2 bahan kimia B3 itu, jadi perusahaan akan memutuskan untuk beli air bebas mineral dari pihak ke-3. Serta unit penukar ion yang dipunyai akan tidak operasikan kembali serta semua perlengkapan akan didemolished.

Berarti HCl serta NaOH juga tidak dipakai kembali.

Jadi, potensi bahaya pada perumpamaan ini di hilangkan benar-benar dengan memanfaat tehnik elimination.

Contoh aplikasi tehnik reduction:
Untuk kepentingan water treatment dipakai gas khlor atau Cl2. Pemakaian khlor tinggalkan residue atau bekas yang bisa mengakibatkan pencemaran air.

Pemakaian khlor lalu digantikan dengan H2O2 atau hidrogen peroksida, yang tidak tinggalkan residue beresiko saat dipakai tidak hanya oksigen serta air.

Contoh aplikasi tehnik engineering control:
Salah satunya contoh aplikasi tehnik engineering control ialah pemakaian cover atau penutup pada motor pompa atau kompresor supaya putaran blade motor tidak membahayakan pekerja.

Conton yang lain ialah penggunaan forklift dengan penggerak elektrik untuk menukar forklift memiliki bahan bakar solar. Pergantian ini menghilangkan potensi gas buang beresiko.

Contoh yang lainnya, pemakaian silincer untuk kurangi tingkat kebisingan yang bersumber dari pembuangan gas bertekanan tinggi.

Contoh aplikasi tehnik administrative control:

Di bawah ini ialah contoh-contoh aplikasi teknik administrative control:

  • Membatasi jam kerja malam
  • Merotasi pekerja yang seringkali terkena bahan kimia B3
  • Pembatasan akses ke pada suatu ruang kerja yang beresiko
  • Penggunaan tanda peringatan akan bahaya spesifik

Contoh aplikasi tehnik personal protective equipment:
Pemakaian APD yang pas serta komplet ialah kunci kesuksesan dari aplikasi tehnik ini. Bukan asal gunakan. Tehnik ini umumnya dikombinasi dengan tehnik administrative control, menjadi alat komunikasinya.