Apa Yang Dimaksud Dengan Safety Induction dan Ketentuan Safety Induction

Subscribe Youtube Channel!

apa itu safety induction

Seberapa penting safety induction untuk pekerja baru? Berapa kali safety induction diberi untuk pekerja baru? Safety induction atau sering disebut HSE Induction atau HSE Orientation adalah sesi training pengenalan pada lingkungan kerja yang mengulas mengenai semua hal yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Safety induction ini sangat diperlukan untuk para pekerja baru. Kenapa? Menurut riset dari Health and Safety Executive, pekerja baru punya potensi mengalami kecelakaan kerja lebih besar saat enam bulan pertama ditempat kerja.

Parahnya lagi, di bidang konstruksi terdaftar delapan dari 16 kecelakaan kerja fatal terjadi pada 10 hari pertama ditempat kerja. Resiko cedera atau kecelakaan kerja lebih tinggi 3x lipat pada bulan pertama bekerja di banding mereka yang telah miliki pengalaman kerja 1 tahun.

Pemicu pekerja baru mengalami kecelakaan kerja :

  • Minimnya pengalaman kerja di industri atau tempat kerja baru.
  • Minimnya pemahaman mengenai pekerjaan dan lingkungan kerja.
  • Pekerja kurang peduli pada manajemen K3.

Atas latar belakang itulah, safety induction sangat penting diberi pada para pekerja baru. Melalui safety induction, pekerja dapat memahami potensi bahaya yang berada di lingkungan kerja dan tindakan pengendaliannya. Selain itu, pekerja bisa juga menyadari banyak hal yang biasanya dibicarakan pada safety induction diantaranya :

  • Hak dan kewajiban pekerja dan pebisnis dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasar pada ketentuan yang berlaku.
  • Kebijakan dan sistem manajemen K3 perusahaan.
  • Ketentuan umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja perusahaan.
  • Prestasi K3 dan pengalaman kegagalan system K3 (Kecelakaan).
  • Prosedur tanggap darurat, nomor telepon, komunikasi saluran radio.
  • Prosedur evakuasi dan tempat berkumpul apabila ada kebakaran dan atau kondisi darurat.
  • Pusat Pertolongan Pertama Kecelakaan (P3K).
  • Pengenalan pada area dan alat kerja dan fasilitas lainnya.
  • Potensi bahaya dan kecelakaan yang pernah terjadi di tempat kerja.
  • Alat pelindung diri yang wajib untuk area itu.
  • Deskripsi umum aktivitas departemen unit kerja dan struktur organisasinya.
  • Prosedur kerja yang berkaitan dengan tugas yang akan ditangani atau juga akan segera dilakukan.
  • Prosedur pelaporan kecelakaan.

Info safety induction dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Cara penyampaiannya pun beragam, dapat berbentuk keterangan langsung atau melalui media, seperti buku saku safety induction, atau safety induction video. Safety induction biasanya diberi langsung oleh pengawas atau atasan.

Safety induction diberi sebelum pekerja mengawali aktivitasnya. Pemberian safety induction minimal diberi setahun sekali atau tiap kali ada perubahan signifikan berkaitan standard keselamatan hingga para pekerja pun dapat selalu me-refresh pengetahuan K3-nya.

Di beberapa perusahaan, para pekerja yang telah memperoleh materi safety induction diwajibkan di tandatangani surat pernyataan bahwa benar yang berkaitan sudah menerima materi itu. Berbeda lagi bila safety induction dilakukan pihak ke-3 (kontraktor atau vendor), mereka diwajibkan untuk memenuhi kriteria kick of meeting dengan pihak pertama atau pemberi pekerjaan.

Pihak ke-3 juga harus mengatur kriteria lain, salah satunya surat perintah kerja (SPK), izin pihak keamanan, membuat Job Safety Analysis (JSA). Setelah kriteria tercukupi, pihak ke-3 harus melapor ke Dinas K3LH untuk dibuatkan izin kerja dan safety induction pun dapat diberi di tempat kerja.

Intinya, safety induction sangat berguna untuk pekerja baru guna meminimalisir resiko cedera dan kecelakaan kerja. Melalui pembekalan K3, para pekerja diharapkan dapat bertindak aman sesuai ketentuan K3 di perusahaan, hingga kecelakaan kerja pun dapat dihindari. Tidak hanya pekerja baru, safety induction penting juga diberi pada pekerja lama, kontraktor dan tamu. Karena safety induction bukanlah sekadar normalitas, pastikan safety induction di sampaikan dengan jelas dengan bahasa yang mudah dipahami para pekerja. Bagaimana dengan safety induction di perusahaan Anda? Apakah pemberian safety induction untuk pekerja baru sudah berjalan optimal?