5 Point Plus 4 untuk Menjamin Kesehatan dan Keselamatan Kerja

cara menjamin kesehatan dan keselamatan kerja

Setiap pekerjaan tentu memerlukan alat guna memudahkan sistem pelaksanaanya. Bagaimana anda dapat bekerja dengan baik bila tidak menguasai alat? Pekerja professional sekali pun tentu sangat memerhatikan permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja. Standard Operasional Prosedur (SOP) jadi referensi pokok untuk menghindari diri dari kecelakaan ditempat kerja.

Pengertian K3 atau Keselamatan dan Kesehatan sendiri yaitu :

Wikipedia :

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yaitu bagian yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi ataupun area proyek. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yaitu untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga membuat perlindungan rekanan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang mungkin dipengaruhi kondisi lingkungan kerja.

OHSAS 18001 : 2007 :

Keselamatan kerja ialah segala faktor atau aspek dan kondisi yang dapat beresiko pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja ataupun orang lain (kontraktor, penyuplai, pengunjung dan tamu) ditempat kerja.

Ada pepatah kecil menyebutkan,

” Kesalahan fatal berawal dari kecerobohan yang diulang ”

Umumnya industri menuntut karyawanya untuk melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja tinggi. Selain itu perolehan tujuan waktu (dead line) juga memberi sedikit tekanan untuk bekerja ekstra. Hal semacam ini dapat meningkatkan persentase kelalaian dalam merampungkan pekerjaan dan menurunya tingkat keselamatan kerja.

Memprioritaskan keselamatan kerja jadi hal yang wajib dilakukan oleh para pekerja dalam melakukan tugasnya. Banyak yang berasumsi kalau keselamatan kerja hanya di peruntukan untuk pekerja lapangan yang berhubungan dengan alat-alat berat kontruksi. Tetapi pegawai kantor pun yang keseharianya duduk didepan meja komputer harus juga memprioritaskan keselamatan kerja.

Contohnya saat sedang menggunakan komputer jarak mata dan layar monitor minimal 30 cm, alasanya karena layar monitor memiliki radiasi yang kurang baik untuk kesehatan mata. Tetapi ketentuan simpel itu faktaya sering dilanggar, dan mengakibatkan setelah sekian lama mata jadi minus dan kinerja pun jadi menurun.

Dalam kondisi seperti itu, suatu ketika anda di beri tugas oleh atasan untuk membuat dokumen administrasi. Tanpa disadari anda salah memasukan angka, katakanlah hanya kurang satu digit ‘Nol’ saja. Apa yang akan terjadi? Sekali 2 x mungkin atasan dapat memaklumi dan memberi teguran ringan, namun bila berkali-kali? bukan teguran lagi yang didapat, bisa-bisa anda langsung di beri ‘uang pesangon’ dan di beri tahu ” alangkah baiknya bila besok tak perlu berangkat “, fatal kan?

Contoh lain yaitu ada ketentuan untuk para pekerja konstruksi gedung pencakar langit dilarang begadang sampai tengah malam. Dapat anda bayangkan kan, bagaimana resiko nya? bukan hal mustahil terjun bebas dari lantai 20 karena tertidur saat bekerja. Karenanya dalam bekerja janganlah asal bertindak! Utamakan keselamatan kerja dengan mematuhi ketentuan sekecil apa pun.

“Keselamatan harus jadi prioritas nomor 1 dalam pekerjaan apapun” – (John Chesterfield)

Berikut ini yaitu 5 point untuk menanggung kesehatan dan keselamatan kerja berkaitan dengan perlengkapan yang berisiko tinggi :

1. Janganlah Memakai Alat Bila Belum tahu Cara Kerjanya

Baca buku panduan atau tips pengoperasian yang ada. Janganlah sesekali mengoperasikan perlengkapan kerja yang belum anda pahami seluk beluknya.

2. Tanyakanlah pada Teknisi Senior

Lebih baik ajukan pertanyaan dari pada bersikap sok tahu, karena akan berakibat buruk untuk diri sendiri atau alat yang dipakai. Tanyakanlah juga cara perawatanya agar selalu dalam kondisi sempurna dan selalu siap dipakai untuk produksi.

3. Ikuti Kursus atau Pelatihan

Sebelum ditugaskan jadi operator alat produksi biasanya perusahaan membuat kursus mengenai cara pemakaian dan pemeliharaanya.

4. Mematuhi Ketentuan Jam Operasional

Terlalu memaksakan diri dan alat untuk bekerja lebih dari ketentuan juga akan sangat beresiko. Mungkin anda yang celaka atau mesin yang rusak karena overheat dan lain sebagainya. Karenanya janganlah biasakan melanggar ketentuan jam istirahat atau pengoperasian.

5. Melapor Bila ditemukan Tanda-tanda Kerusakan

Pihak perusahaan bertanggungjawab dengan kondisi semua perlengkapan kerja. Janganlah sungkan memberikan laporan kejanggalan yang terjadi pada kinerja alat atau bila perlu minta ganti dengan perlengkapan yang baru.

Tambahan

Sedikit penambahan tentang K3, di negara maju seperti Jepang, kedisiplinan pada ketentuan sangat diprioritaskan. Mulai tertib berlalu lintas, waktu jam kerja, sampai tata letak bangunan dan instalasi listrik/gas semua ditata. Pikirkan bila di negara kita semua warganya ingin tertib menaati ketentuan, pastinya akan sangat nyaman dan tak ada yang namanya jalanan macet, kebakaran karena konsleting listrik, dan lain sebagainya.

Perusahaan bertanggungjawab penuh atas keselamatan kerja para pekerja. Karenanya jangan sangsi untuk menayakan jaminan keselamatan kerja ketika ditugaskan dilapangan. Cek sarana penunjang yang disiapkan, jangan sampai anda melakukan tindakan tanpa mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.

Memang benar anda digaji jadi balas jasa atas usaha yang sudah dilakukan, tapi yang namanya safety harus di nomor satukan. Tips simpel bila anda di beri tawaran oleh perusahaan untuk bekerja pada tempat berisiko tinggi yaitu :

1. Mintalah Info Mengenai Kondisi Sekitar Tempat Anda Bekerja

Apakah anda di letakkan pada lingkungan yang sedang bermasalah atau tidak, contoh didaerah sengketa lahan, atau tempat yang jauh dari masyarakat, dan lain-lain. Pertimbangkan betul aspek ini sebelum anda menerima tawaran kerja itu. Bila anda dapat dan ingin melakukannya, terimalah tawaran itu.

2. Sarana Apa Sajakah yang Disiapkan Perusahaan di Tempat Kerja

Rumah, akses transportasi, dan jaringan komunikasi yaitu beberapa contoh sarana yang perlu ada. Bila perusahaan tidak menyediakan fasilitas atau sarana seperti yang (minimal) anda perlukan lebih baik jangan terima tawaran kerja itu.

3. Lama Kontrak Kerja dan Upah yang Ditawarkan

Anda harus tahu benar berapakah lama kontrak kerja yang di setujui dan upah yang akan di terima. Pertimbangkan dengan teliti berapakah upah yang di tawarkan dengan tingkat resiko bahaya yang akan dihadapi, dan apa atau berapakah yang akan kau terima setelah masa kontrak habis.

4. Jaminan/asuransi Kesehatan Bila Suatu Saat Terjadi Kecelakaan Kerja

Alasan terakhir ini tidak bisa tidak di perhatikan, harus ada kebijakan dari perusahaan untuk menjamin setiap pekerjanya selamat, aman dan nyaman dalam bekerja. Salah satunya dengan memberi jaminan/asuransi kesehatan. Bila dalam kontrak tidak tercantum, cobalah anda tanyakan pada pihak yang berkaitan tetapi bila memang benar-benar perusahaan tidak memberi jaminan lebih baik tidak terima tawaran itu.

Kesimpulan

Kesalahan karena Human Error seringkali terjadi karena minimnya pemahaman dalam pengoperasian atau menurunya konsentrasi karena kelelahan dan dalam kondisi desakan. Sebaiknya tidaklah terlalu memaksakan diri dalam bekerja, tetapi kewajiban/tuntutan pekerjaan harus juga dilakukan. Jadilah seorang pekerja yang professional dalam menjalankan tugas pekerjaan dengan menyimak hal-hal kecil, karena nanti dapat memiliki efek yang besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here