Faktor Warna Terhadap Keselamatan dan Kenyamanan Kerja

efek warna pada keselamatan kerja

Warna adalah aspek penting untuk meningkatkan efisiensi kerja karyawan. Efek warna pada keselamatan kerja memiliki dampak yang besar pada perasaan pegawai. Warna dapat menyebabkan rasa bahagia, sedih, dan sebagainya. Selain berpengaruh pada perasaan, warna juga memiliki dampak yang besar pada penerangan kantor. Beberapa warna gelap akan mengurangi intensitas penerangan.

Bersama dengan cahaya, warna adalah aspek keselamatan kerja yang penting untuk memperbesar efisiensi kerja para karyawan. Warna memengaruhi jiwa karyawan. Warna bisa juga merangsang emosi dan otak manusia. Warna yang tepat pada dinding ruangan ataupun alat-alat bekerja akan menyebabkan kenyamanan, kegembiraan dan ketenangan bekerja karyawan dan peningkatan produktivitas (Sedarmayanti : 2001).

Sedarmayanti (2001) mengatakan kalau ada tiga warna pokok, yaitu :

1. Merah

Merah yaitu warna yang memiliki efek panas, gejolak, dan semangat. Karenanya warna ini memiliki efek merangsang pancaindera dan jiwa agar bersemangat dalam bekerja apabila pada kantor ada kecenderungan karyawan malas, dekorasi dapat diatur dengan warna-warna merah, seperti gambar-gambar yang ada unsur merahnya, bunga merah, sebagian dinding merah atau perlengkapan yang relatif memeunculkan warna merah.

2. Kuning

Kuning yaitu warna yang memiliki efek kehangatan matahari dan merangsang saraf mata. Dampak mental yang diakibatkan yaitu perasaan riang senang dan melenyapkan perasaan tertekan. Warna ini sangat cocok dipakai pada kamar atau lorong yang gelap.

3. Biru

Biru mengaplikasikan warna dari langit dan samudera. Warna biru menggambarkan keleluasaan dan ketentraman. Warna ini memberi dampak suasana dingin dan tenang dalam diri karyawan. Warna ini sangat cocok digunakan pada ruang karyawan yang banyak memerlukan konsentrasi tinggi (kerja otak).

Hal yang perlu di perhatikan dalam tata ruang kantor yaitu daya pantul warna. Daya pantul warna yaitu kemampuan suatu warna untuk memantulkan kembali cahaya mendatangi.

2. Efek Warna

Efek beberapa warna diberlakukan untuk pemakaian pada dinding kantor, langit-langit kantor, lantai karpet, gordin jendela, perabotan kantor, dan sebagainya. Masing-masing warna jika disoroti oleh cahaya penerangan akan memantulkan cahaya yang berbeda-beda. Kemampuan warna memantulkan kembali cahaya yang mendatangi benda di sebut daya pantul warna yang dinyatakan salam persentase. Persentase daya pantul yang tinggi didapat dari warna yang sangat terang. Hal semacam ini memiliki pengatuh besar pada kesilauan yang dihadapi oleh pegawai karena cahaya yang terlalu banyak.

Ruangan yang berwarna putih hamper memantulkan semua cahaya hingga memberi efek menyilaukan baagi para pekerja. Handaknya digunakan berbagai macam warna, terutama Indonesia yang dilalui khatulistiwa dan tergolong panas. Warna biru, hijau, dan abu-abu lebih disarankan agar memberi kesan nyaman.

3. Aspek Penentuan Warna

Beberapa aspek yang dapt dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan warna di kantor (Quible, 2001), diantaranya :

1. Kombinasi Warna. Kombinasi dari warna primer kuning, merah, dan biru menghasilkan warna sekunder. Misalnya, dengan mencampurkan warna merah dan kuning juga akan dibuat warna oranye, mencampurkan warna kuning dan biru menghasilkan warna hijau, dan mencampurkan merah dan biru menghasilkan violet. Warna tersier dibuat dengan mencampurkan warna sekunder dengan warna primer. Warna tersier yaitu kuning oranye, kuning hijau, biru violet, dan selanjutnya. Beberapa pilihan koordinasi warna yang bisa dipakai yaitu :

  • Warna komplementer – warna yang saling berlawanan pada bagan warna. Misalnya, merah hijau, kuning violet, dan biru oranye.
  • Warna split komplenter wanra pada sisi dari warna komplementer. Misalnya biru violet dan biru hijau yaitu warna split komplementer dari oranye.
  • Warna triad tiga warna yang berjarak sama keduanya pada seperti warna. Warna triad yaitu oranye, hijau, violet, atau kuning oranye, biru hijau, dan merah violet.

2. Efek Cahaya pada Warna. Karena berbagai jenis cahaya buatan memiliki spectrum yang berbeda, sistem pencahayaan yang dipakai pada kantor juga memiliki efek signifikan pada pilihan warna. Sumber cahaya hanya akan meningkatkan warna yang sesuai dengan spektrumnya. Jadi contohnya, cahaya fluorescent biasanya tidak bisa memberi warna seperti semestinya untuk warna merah dan oranye, karena biasanya tabung fluorescent tidak terbagi dalam dua warna ini., sebaliknya, cahaya incandescent tidak akan meningkatkan warna ungu biru, walau cahaya fluorescent memantulkannya. Bila dibanding dengan fluorescent atau incandescent, high intensity memiliki efek yang kurang penting pada penambahan warna dibanding kedua cahaya itu.

3. Nilai Pemantulan Warna. Beberapa warna memiliki nilai pemantulan yang berbeda. Misalnya, warna yang lebih terang memantulkan persentase cahaya yang lebih besar dari pada warna yang gelap. Beberapa area pada perkantoran memerlukan nilai pemantulan warna yang lebih terang disbanding yang lain. Atap, misalnya, memerlukan warna dengan tingkat pemantulan yang lebih tinggi dibanding pada lantai. Atap dengan warna terang membantu memantulkan cahaya ke bawah, yang mengurangi silau dan bayangan pada area pekerjaan. Pada area dengan cahaya alami yang kurang, atap dengan warna terang membantu mengurangi cahaya buatan (lampu) yang perlu disediakan untuk memperoleh cahaya yang sesuai, hingga membantu penghematan mengonsumsi energi.

4. Efek dari Warna. Warna seringkali memengaruhi mood. Warna sejuk biru, hijau, dan violet menghasilkan mood yang tenang dan melelahkan. Warna hangat merah, oranye, dan kuning sebaliknya, menghasilkan kehangatan dan keceriaan. Beberapa warna natural seperti putih dan warna lembut memberi dampak ringan, dan warna ungu gelap dan violet pucat seringkali menghasilkan mood depresi, sementara abu-abu relatif memiliki efek rasa kantuk.

4. Prinsip dalam Penentuan Warna

Beberapa aspek yang perlu di perhatikan sebelum memulai proses perencanaan memilih warna ruang kantor yakni :

1. Penutup Lantai. Warna pada dinding dan atap hanya satu diantara beberapa aspek yang berpengaruh dalam penentuan warna pada ruang kantor. Warna yang dipakai untuk menutup lantai sangat penting, dan menutup lantai dengan karpet adalah pilihan yang bagus. Selain pilihan warnanya sangat beragam dan mudah disesuaikan dengan aspek lain yang terdapt pada ruang kantor, menjadikan karpet jadi pilihan favorit untuk menutup lantai.

Beberapa manfaat dari pemakaian karpet jadi penutup lantai yaitu :

  • Karpet dapat dipakai jadi pengontrol suara (peredam suara).
  • Karpet lebih murah dalam perawatan dibanding penutup lantai lainnya.
  • Karpet bila dibanding dengan jenis penutup lantai lain, lebih nyaman dan tidaklah terlalu melelahkan untuk pegawai yang berdiri lama atau dalam melakukan pekerjaannya yang memerlukan frekwensi beraktivitas yang relatif tinggi didalam kantor.
  • Karpet juga menghasilkan elektrostatik yang perlu di perhatikan untuk mencegah masalah pada alat elektronik perkantoran, seperti komputer. Tingkat ketahanan pada api harus jadi perhatian, terutama bila terdapat ketentuan pemerintah local tentang hal tersebut.

2. Penutup Dinding. Karpet juga jadi pilihan favorit untuk menutup dinding karena nilai estetikanya seta kekuatannya untuk menyerap suara. Karpet yang dipakai pada dinding harus memiliki tingkat ketahanan api yang tinggi. Karpet dengan bahan busa dibelakangnya tidak direferensikan karena dapat menyebabkan asap yang besar ketika terbakar. Variasi dari jenis penutup dinding sering dipakai pada perkantoran, termasuk vinyl, bahan baju, dan kertas. Dalam memastikan pilihan, peranan desainer interior akan sangat membantu dalam sistem itu hingga sesuai dengan aspek lingkungan kantor lainnya.

Warna Furnitur. Penentuan warna mebel yang akan dipakai dalam ruang kantor harus sesuai dengan kedua hal tersebut di atas. Biasanya, pemakaian mebel lebih lama dibanding penutup lantai ataupun dinding karena harga nya yang relative mahal. Oleh karenanya, penentuan warna mebel harus memperhitungkan jangka waktu penggunaannya.
Saat ini, trend yang sedang berkembang yaitu memilih furniture dengan warna yang kontras dengan warna dinding. Hal semacam ini bukan hanya memberi fleksibilitas dalam memilih warna, tetapi juga membantu menghilangkan kesan yang monoton pada kantor karena pemakaian warna yang sama. Misalnya, bila warna dinding abu-abu, maka pilihan warna yang bisa dipakai untuk mebel yaitu warna biru gelap atau hijau. Ketika memilih, nilai kekontrasan dan nilai pemantulan pada permukaan kerja harus di pikirkan. Bila tidak, di kuatirkan ketegangan mata pegawai dan pelanggan yang berkunjung ke kantor akan terjadi. Permukaan mebel yang memantulkan cahaya harus dihindari bila sistem pencahayaan yang akan dipakai menghasilkan pencahayaan yang cukup besar.

KESIMPULAN

Pemakaian ketepatan warna dalam ruang kantor, sangat berpengaruh besar dalam peningkatan efisiensi kinerja karyawan. Warna bisa juga memengaruhi jiwa karyawan, merangsang emosi, dan mempercepat kemampuan otak manusia. Warna yang tepat pada dinding ruangan ataupun alat-alat bekerja akan menyebabkan kenyamanan, keceriaan dan ketenangan bekerja karyawan dan meningkatan produktivitas.

Dalam penentuan warna tergantung pada jenis kantor yang akan di buat. Selain itu tempat letak ruangan kantor itu juga jadi bahan pertimbangan dalam memilih warna, terutama ruangan yang memperoleh cahaya matahari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *