Heat Stress ? Penyakit Mematikan Akibat Paparan Panas Harus di Waspadai!

Hentikan semuanya kesibukan serta istirahatlah ditempat sejuk serta teduh

Minum cairan elektrolit, tetapi tidak lebih dari air minum umum. Jauhi konsumsi tablet garam terkecuali bila direferensikan oleh dokter
Jauhi kembali lakukan kerja fisik berat sepanjang sebagian jam sesudah kram mereda
Selekasnya hubungi petugas medis bila kram tidak mereda kurun waktu satu jam

Tanda :

  • Nadi cepat
  • Keringat berlebih
  • Kulit pucat
  • Kelelahan ekstrem
  • Pusing
  • Mual serta muntah
  • Emosi tidak stabil
  • Pernafasan pendek serta cepat
  • Suhu badan sedikit alami penambahan (37-40°C)
  • Kehilangan kesadaran

Pertolongan pertama :

  • Beristirahatlah ditempat yang sejuk serta teduh
  • Minumlah air yang banyak
  • Longgarkan baju serta kompres sisi kepala, leher, serta muka memakai handuk dingin
  • Bersihkan kepala, muka, serta leher dengan air dingin
  • Bila tanda tidak mereda, selekasnya hubungi petugas medis
  • Yakinkan ada rekanan kerja yang temani korban hingga pertolongan tiba.

Heat Stroke

Heat stroke yaitu dampak heat stress paling serius/fatal karna bila dilewatkan tanpa ada perlakuan serius, keadaan ini dapat menyebabkan koma serta kematian. Pemicunya yaitu paparan panas yang terus-menerus serta berlebihan, dan kegagalan regulator suhu badan.

Tanda :

  • Suhu badan tinggi (diatas 40°C)
  • Kurang berkeringat waktu cuaca panas
  • Mual serta muntah
  • Kulit memerah
  • Napas cepat serta dangkal
  • Penambahan denyut jantung
  • Sakit kepala
  • Kebingungan, kejang, halusinasi
  • Pingsan
  • Kram otot

Pertolongan pertama :

  • Selekasnya hubungi petugas medis
  • Bawa korban ke tempat sejuk serta teduh
  • Terlepas baju pelindung/baju luar yang korban kenakan
  • Letakkan badan korban didalam bak air dingin atau air es atau membungkus korban dengan selimut pendingin spesial serta menyelimuti korban dengan es. Terlebih pada daerah leher, pangkal paha serta ketiak untuk turunkan suhu badan.

Apa yang Mesti Dikerjakan Perusahaan serta Pekerja untuk Menghindar Heat Stress?

Pada umumnya masalah, heat stress bisa dihindari atau paling tidak resiko terserang heat stress bisa diminimalisir. Tersebut referensi mencegah heat stress menurut Occupational Safety and

Health Administration (OSHA) :

1. Buat program mencegah heat stress

Perusahaan mesti pilih serta memastikan pekerja yang terlatih serta kompeten dalam mengatasi bahaya ditempat kerja, satu diantaranya bahaya paparan panas. Setelah itu, pekerja ini yang juga akan bertanggungjawab dalam berencana, meningkatkan, melakukan serta mengelola program berkaitan paparan panas ditempat kerja.

2. Lakukan identifikasi bahaya

Perusahaan serta pekerja harus lakukan identifikasi bahaya paparan panas untuk meminimalisir kecelakaan kerja, penyakit karena kerja serta penurunan produktivitas kerja. Aktivitas identifikasi bahaya ini mencakup :

  • Mengetahui bahaya paparan panas serta resiko penyakit karena panas untuk pekerja
  • Mengkalkulasi indeks desakan panas lewat pengukuran beberapa aspek eksternal lingkungan yang memengaruhi desakan panas, yakni suhu, kelembapan, kecepatan angin, suhu kering, suhu basah serta suhu radiasi.
  • Lakukan pelajari pada kesehatan pekerja karena paparan panas, yakni dengan mengukur desakan darah, denyut nadi serta suhu badan pekerja
  • Memastikan langkah pengendalian serta perbaikan untuk meminimalisir bahaya paparan panas.

3. Lakukan pengendalian teknik

Pengendalian tehnik yang bisa dikerjakan yaitu menempatkan ventilasi umum, menempatkan exhaust fan, menempatkan dust collector, pemakaian penyekat (shielding) terlebih untuk kurangi panas radiasi dan kurangi suhu serta kelembapan lewat pendingin udara.

4. Membuat perlindungan pekerja dari resiko terserang heat stress

Untuk menghindar pekerja dari heat stress, ada banyak hal yang dapat dikerjakan. Jauhi beraktivitas fisik berat, lingkungan panas yang berlebihan, paparan cahaya matahari, serta lingkungan dengan kelembapan tinggi apabila sangat mungkin. Bila tidak sangat mungkin, kerjakan beberapa langkah mencegah di bawah ini :

  • Mulai hari dengan minum air putih seperlunya. Jauhi alkohol serta minuman yang memiliki kandungan cafein karna bisa mengakibatkan dehidrasi
  • Pakai baju berwarna cerah, enteng/tidak tebal, serta menyerap keringat (bahan katun). Jauhi baju memiliki bahan sintetis.
  • Kerjakan diet seimbang. Mengkonsumsi buah, sayuran, protein, serat juga akan begitu menolong.
  • Mengkonsumsi cairan elektrolit, tetapi tidak lebih dari air minum biasa
  • Pakai pelindung muka serta leher
  • Yakinkan di ruang kerja ada stasiun air minum serta gampang diakses
  • Minumlah satu gelas air tiap-tiap 15 menit, meskipun Kamu belum juga terasa haus
  • Kerjakan istirahat dengan berkala waktu lakukan pekerjaan berat di lingkungan dengan suhu panas serta kelembapan tinggi. Beristirahatlah ditempat sejuk serta teduh.
  • Pikirkan untuk sediakan wadah air bertanda spesial yang diisi air serta es untuk membasahi handuk leher, lengan serta lainnya
  • Awasi keadaan fisik Kamu serta rekanan kerja untuk ketahui ada sinyal atau tanda penyakit karena panas. Laporkan pada supervisor apabila Kamu atau temukan rekanan kerja yang alami tanda heat stress.

5. Aklimatisasi

Aklimatisasi pada suhu tinggi adalah sistem penyesuaian diri seorang pada lingkungannya. Aklimatisasi pada panas diikuti dengan penurunan suhu badan serta pengeluaran garam dari pada badan. Sistem aklimatisasi diperuntukkan pada satu pekerjaan serta suhu tinggi untuk sekian waktu.

Aklimatisasi panas umumnya terwujud sesudah dua minggu, bergantung aspek lingkungan kerja serta aspek pribadi individu (mengkonsumsi obat, keadaan fisik, umur serta berat tubuh). Tiap-tiap pekerja baru serta pekerja lama yang tidak hadir sepanjang dua minggu atau lebih dari pekerjaannya mesti diawali dengan 20% beban kerja di hari pertama, lantas bertambah dengan bertahap tidak lebih dari 20% beban kerja di hari selanjutnya.

6. Mengatur saat kerja

Perubahan jadwal kerja serta penyusunan frekwensi istirahat dikerjakan dalam usaha untuk meminimalisir resiko paparan. Perusahaan bisa mengatur jadwal kerja serta istirahat dengan memerhatikan NAB paparan panas.

Di Indonesia, tentang aktivitas kerja di industri yang bisa menyebabkan iklim kerja panas di atur dalam SNI 16-7063-2004 serta Permenakertrans No. PER. 13/MEN/X/2011 mengenai NAB Aspek Fisika serta Kimia di Tempat Kerja.

Persyaratan beban kerja menurut SNI :

  • Beban kerja enteng memerlukan kalori 100 – 200 Kkal/jam.
  • Beban kerja tengah memerlukan kalori 200 – 350 Kkal/jam.
  • Beban kerja berat memerlukan kalori 350–500 Kkal/jam.

NAB ini membatasi pemaparan panas lingkungan kerja 8 jam/hari pada tenaga kerja dengan memperhitungkan kelompok beban kerja serta pembagian saat kerja – istirahat.

* Permenakertrans No. PER. 13/MEN/X/2011 juga memberi NAB yang sama juga dengan SNI itu diatas.

7. Memberi kursus pada pekerja

Perusahaan juga harus memberi kursus pada pekerja tentang bahaya serta dampak paparan panas, tanda penyakit karena panas, bagaimana caranya serta kapan mesti merespons apabila muncul tanda awal serta bagaimana caranya menghindar penyakit karena panas.

8. Lakukan pengawasan untuk sinyal serta tanda awal

Pekerja dapat buat satu system untuk memonitor serta memberikan laporan sinyal serta tanda awal penyakit karena panas. Hal semacam ini bisa menolong perusahaan juga manajemen dalam mendeteksi dengan awal penyakit karena panas serta bertindak pengendalian sesegera mungkin saja.

9. Buat rencana serta proses tanggap darurat

Buat prosedur tanggap darurat berkaitan penyakit karena panas. Komunikasikan prosedur tanggap darurat itu pada supervisor serta pekerja. Rencana tanggap darurat mencakup :

  • Apa yang perlu dikerjakan seorang apabila alami atau lihat rekanan kerja tunjukkan sinyal tanda penyakit karena panas
  • Langkah menghubungi unit tanggap darurat
  • Mempertimbangkan berapakah lama saat yang diperlukan untuk petugas tanggap darurat tiba ke tempat serta melatih pekerja dalam lakukan pertolongan pertama hingga pertolongan tiba.
  • Dalam membuat rencana tanggap darurat ini Kamu dapat melibatkan seseorang profesional manfaat memperoleh input mengenai pembuatan prosedur tanggap darurat berkaitan penyakit karena panas.

Mudah-mudahan Berguna, Salam safety!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here