Penerapan perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Isi dari Penerapan perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)Perkembangan sektor konstruksi di seluruh Dunia, berkembang sangat cepat dan inovatif, salah salah satunya yaitu Indonesia. Pemerintah dan rakyat Indonesia memprioritaskan pembangunan disegala sektor hingga hampir sebagian besar anggaran belanja Negara terserap dalam laju perkembangan pembangunan infrastruktur. Dalam
proses pembangunan sektor fisik pastinya melibatkan banyak pengguna jasa konstruksi.

Dalam proses pekerjaan yang sering muncul dan terjadi yaitu kecelakaan kerja, masalah kesehatan saat bekerja. Masalah ini yaitu salah satu yang perlu diprioritaskan oleh perusahaan jasa konstruksi, pastinya akan menambah biaya pengeluaran anggaran untuk pihak perusahaan. Proyek konstruksi yaitu adalah rangkaian jenis aktivitas yang melibatkan manajemen perusahaan, tenaga kerja, perlengkapan teknik (ex helm safety. Jacket safety dan sepatu safety dan bahan konstruksi.

Dalam pengadaan bahan-bahan konstruksi taraf besar maupun taraf kecil, dapat menyebabkan sumber terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan. Aktivitas pekerjaan konstruksi biasanya yaitu dilakukan, ditangani pada ruang/lapangan terbuka (open space). Pada genangan air/lumpur dan dibawah permukaan tanah asli ataupun timbunan, dan dalam kondisi cuaca yang silih berganti. Tidak dapat dihindari masalah ini dapat menyebabkan penyakit dan masalah kesehatan, karena negatifnya akan kehilangan sumber daya tenaga kerja. Hal semacam ini pastinya akan memengaruhi operasional dalam proses pekerjaan, yang berarti merugikan pada semua yang berkepentingan misalnya, penyandang dana/yang memiliki proyek, konsultan, penyedia layanan/kontraktor dan pastinya tenaga kerja.

Meminimkan dan menghindari kecelakaan pada tenaga kerja maka perlu di perhatikan, diprioritaskan buat Perencanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Suatu kewajiban untuk bangsa Indonesia untuk secara aktif kontinyu melakukan perlindungan pada para tenaga kerja. Perlindungan untuk para tenaga kerja mencakup hal pokok yang luas, yakni perlindungan keselamatan, kesehatan, penjagaan moral kerja, moral agama dan perlakuan yang bermatabat sesuai budaya bangsa.

Perlindungan tertulis diatas dengan maksud, agar selalu para tenaga kerja dengan nyaman melakukan pekerjaan sehari-hari hingga dapat meningkatkan produktifitasnya. Aplikasi rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu bagian utama perlindungan tenaga kerja hingga sistem kegiatan pembangunan berjalan dengan baik dan lancar, Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada semua pelaksanaan kegiatan proyek yang sedang berjalan. Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada proyek konstruksi adalah salah satu syarat dalam proses pekerjaan suatu proyek dan sangat memberi manfaat yang begitu besar untuk kebersamaan pembangunan bangsa, kesejahteraan untuk tenaga kerja dan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here