Pentingnya Sertifikasi Untuk Pengakuan Kualifikasi dan Kompetensi Pekerja di Indonesia

Dalam Dunia Kerja, banyak hal yang menunjang agar seseorang dapat memperoleh pekerjaan yang dikehendakinya. Selain skil dan pengalan ada juga link atau kenalan yang pasti akan memudahkan anda dalam memperoleh pekerjaan, karena di banding dua penunjang barusan, link lah atau orang dalam yang memiliki pegaruh kuat seseorang dalam memperoleh pekerjaan.

Tetapi sudah tahukah anda kalau selain link, ada lagi penunjang yang sangat ampuh untuk anda dalam memperoleh pekerjaan. Apakah penunjang itu? Adalah sebuah sertifikat yang anda punyai, tidak hanya sertifikat presatasi tetapi juga sertifikasi kemampuan anda. Nah kira kira sertifikat kemampuan apa yang dapat mendukung anda untuk memperoleh pekerjaan?

Banyak yang berbicara mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau sering disebut dengan K3. Tetapi banyak juga yang belum tahu mengenai pengertian beserta Peranan Sertifikat K3 Umum itu sendiri. Biasanya seseorang mengartikan K3 jadi sertifikat keselamatan kerja, sebenarnya hal itu tidak sepenuhnya salah. Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi di mana dalam bekerja seseorang harus tetap savety/aman baik untuk diri sendiri, kelompok, lingkungan, masyarakat ataupun pekerjaan yang sedang dijalankan.

Manfaat Sertifikat K3 dan Pengertiannya

Di Indonesia sendiri Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diatu dalam Undang-undang No. 1 Th. 1970 mengenai Keselamatan Kerja, Undang-undang nomor 23 th. 1992 mengenai Kesehatan, Undang-undang No. 13 Th. 2003 mengenai Ketenagakerjaan dan Ketentuan Pemerintah (PP) dan Ketentuan Presiden berkaitan penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Nah kesemua ketentuan itu diperuntukkan untuk seluruh pekerja baik di bidang darat, air ataupun udara. Jadi pada dasarnya setiap pekerja di Indonesia wajib dan berhak atas jaminan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. Hal tersebut untuk mengantisipasi kecelakaan kerja yang bisa saja terjadi salah satunya :

Elektronik (manufaktur) · Teriris, terpotong

  • Terlindas, tertabrak
  • Berkontak dengan bahan kimia atau bahan beresiko lainnya
  • Kebocoran gas
  • Berkurangnya daya pendengaran, daya penglihatan

Produksi metal (manufaktur) · Terjepit, terlindas

  • Tertusuk, terpotong, tergores
  • Jatuh terpeleset
  • Terjadinya kontak pada kulit dengan cairan metal, cairan non-metal

Petrokimia (minyak dan produksi batu bara, produksi karet, produksi karet, produksi plastik) · Terjepit, terlindas

  • Teriris, terpotong, tergores
  • Jatuh terpeleset
  • Tertabrak
  • Terkena benturan keras
  • Terjadinya kontak pada kulit atau terhirup dengan hidrokarbon dan abu, gas, uap steam, asap dan embun yang beracun

Konstruksi · Kemungkinan jatuh dari ketinggian

  • Kejatuhan barang dari atas
  • Terinjak
  • Terkena barang yang runtuh, jatuh
  • Berkontak lingkungan yang bersuhu panas, dingin, beradiasi pengion dan non pengion, bising
  • Terjatuh, terguling
  • Terjepit, terlindas
  • Tertabrak
  • Terkena benturan keras

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga berhubungan dan terkait dengan JAMSOSTEK karena K3 sendiri adalah bagian dari JAMSOSTEK. Perlu anda mengetahui kalau K3 sendiri memiliki sertifikat dan sudah pasti ada Cara memperoleh sertifikat K3 umum dan tentunya tidak mudah. Ada kursus k3 umum gratis ataupun yang berbayar tergantung jalur mana yang anda dapatkan.

Tujuan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah untuk :

  1. Agar peserta mampu dan dapat melaksanakan pembinaan operasional K3 di perusahaan ataupun lembaga terkait tempat peserta bekerja.
  2. Agar peserta memperoleh dan memiliki sertifikat sebagai Ahli K3 level muda/umum di perusahaan yang berkaitan.
  3. Walaupun namanya adalah kursus, sebelum anda masuk ke tahap kursus K3 ada beberapa tes yang perlu anda lalui salah salah satunya psikotes.

Nah Tugas dan Kewajiban Seorang Ahli K3 umum dalam perusahaan adalah seperti berikut :

  1. Menjelaskan dan menerangkan pekerjaan dan wewenang dan tanggung jawab ahli K3
  2. Memberitahu apa yang menjadi hak-hak pekerja di bagian K3
  3. Menjelaskan kepada pihak perusahaan berkaitan tentang upaya K3 sangat berguna untuk pemilik. Karena dapat memperkecil biaya pengeluaran perusahaan jika kelak terjadi beberapa hal yg tidak dikehendaki menimpa pekerjanya hingga terjadi cacat, terluka bahkan meninggal dunia maupun terjadi rusaknya aset perusahaan.
  4. Menjelaskan dan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
  5. Menganalisa kasus kecelakaan yang terjadi dalam sebuah perusahaan.
  6. Mengidentifikasi obyek sebagai pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3.
  7. Menjelaskan kriteria dan pemenuhan hal tentang peraturan Undang-undang ditempat kerja.
  8. Melakukan audit dan ruang lingkup untuk mengukur tujuan pencapaian yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *