Kenapa Tempat Kerja Harus di Inspeksi?

inspeksi tempat kerja

Objek yang Harus di Inspeksi

Hazards yang berpotensi menyebabkan cedera atau sakit dan masalah-masalah K3 yang ada di tempat kerja.

PERPU bidang K3 dan standar yang berkaitan dengan hazard, tugas-tugas, proses produksi tertentu yang diterapkan di masing-masing perusahaan.

Masalah-masalah K3 yang terjadi sebelumnya, meskipun resikonya kecil.

TUJUAN Umum Program Inspeksi

Untuk Mengidentifikasi:

  • Masalah-masalah yang potensial yang tidak terantisipasi selama proses;
    defisiensi atau ketidakfungsian mesin dan peralatan kerja;
  • Kondisi lingkungan kerja dan tindakan-tindakan tidak aman atau tidak sesuai dengan prosedur kerja;
  • Pengaruh dari perubahan proses produksi atau perubahan material;
  • Tindakan korektif yang kurang tepat yang dapat menimbulkan masalah lain di tempat kerja;
  • Menyediakan informasi K3 sebagai bahan evaluasi;
  • Mendemonstrasikan komitmen manajemen.

 

Jenis-jenis Inspeksi

  • Inspeksi Informal
  • Inspeksi Terencana
  • Inspeksi Umum
  • Inspeksi Khusus

Inspeksi Informal

  • Dilakukan atas kesadaran orang-orang yang menemukan atau melihat masalah K3 di dalam pekerjaannya sehari-hari, dalam inspeksi yang tidak direncanakan sebelumnya.
  • Cukup efektif karena masalah-masalah yang muncul langsung dapat dideteksi, dilaporkan dan segera dapat dilakukan tindakan korektif ¬†mempunyai keterbatasan dan kelemahan.
  • Dapat menggunakan Kartu Catatan Temuan Keselamataan dan Kesehatan Kerja (KCTK3).

Inspeksi Umum

  • Dibuat Standar Prosedur Inspeksi (SPI)
  • Dibuat Standar Laporan Inspeksi (SLI)
  • Segera melakukan tindak lanjut (follow-up) dan atau resolusi terhadap masalah-masalah K3 yang telah diidentifikasi
  • Langkah-langkah perbaikan segera dilakukan

Inspeksi Umum VS Inspeksi Khusus

  • Inspeksi umum direncanakan dengan cara walk-through survey keseluruh area kerja dan bersifat komprehensif.
  • Inspeksi khusus direncanakan hanya untuk diarahkan kepada kondisi-kondisi tertentu, seperti; mesin-mesin, alat kerja, dan tempat-tempat khusus yang telah diketahui mempunyai resiko tinggi.

Keuntungan dari Inspeksi Umum

  • Inspektor dapat mencurahkan segala perhatiannya untuk melakukan inspeksi;
  • Inspektor dapat melakukan observasi secara menyeluruh tentang K3 di tempat kerja;
  • Mempersiapkan dengana baik checklist yang akan digunakan untuk inspeksi;
  • Laporan temuan dan rekomendasi segera dapat dibuat
  • Tindakan korektif yang sesuai dapat segera diimplementasikan

Langkah-Langkah Inspeksi

  1. Tahap Persiapan
  • Mulailah dengan sikap perilaku positif
  • Rencanakan Inspeksi.
  • Tentukan apa yang akan dilihat
  • Pahami apa yang akan dicari
  • Buatlah Checklist.
  • Lihatlah laporan inspeksi sebelumnya
  • Siapkan alat dan bahan untuk inspeksi

2. Pelaksanaan Inspeksi

  • Berpedoman pada peta pabrik (Workplaces Mapping) dan checklist.
  • Carilah sesuatu atau masalah sesuai poin-poin dalam checklist.
  • Ambil tindakan perbaikan sementara.
  • Jelaskan atau tulislah masalah-masalah yang ditemukan dan ditempatkan setiap hal dengan jelas.
  • Klasifikasikan hazard menurut tingkat resiko kekerapan (probability) dan keparahannya (severity).
  • Tentukan faktor penyebab utama adanya tindakan dan kondisi yang tidak aman.

3. Pengembangan Upaya Perbaikan

  • Pada saat inspeksi dapat langsung melakukan tindakan seperti; membersihkan ceceran atau tumpahan cairan di lantai, memasang pengaman mesin yamg dilepas, memindahkan bahan yang tidak dipakai atau sampah dari lokasi kerja, dll.
  • Tindakan ini merupakan pengembangan pada saat inspeksi sekaligus memberikan contoh kepada tenaga kerja.

4. Tindakan Korektif

  • Buat skala prioritas perbaikan apa yang harus dikerjakan;
  • Harus monitoring program anggaran biaya dan perbaikan, sampai dengan implementasi perbaikan selesai;
  • Verifikasi atau pembuktian bahwa tindakan perbaikan dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan, dan dikerjakan oleh orang yang tepat;
  • Monitoring selama pengembangan, konstruksi dan atau modifikasi untuk menjamin bahwa apa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang dimaksud;
  • Lakukan uji kelayakan setelah selesai implementasi sarana perbaikan;
  • Lakukan review terhadap implementasi sarana perbaikan secara berkala.

Inspeksi Khusus

Kegiatan inspeksi yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensial hazard terhadap objek-objek kerja tertentu dg resiko tinggi hasilnya sebagai dasar pencegahan dan pengendalian resiko.

Objek-objek khusus mencakup:

  • Mesin-mesin dan komponennya;
  • Peralatan kerja,
  • Bahan berbahaya dan beracun; dan
  • Lokasi tempat kerja tertentu yang membahayakan termasuk peledakan, kebakaran dan pencemaran lingkungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here