K3 Kesehatan Dan Keselamatan Kerja pada Pembibitan Tanaman

kesehatan dan keselamatan kerja pada pembibitan tanaman

Menurut Konradus (2003), K3 Keselamatan dan kesehatan kerja adalah instrumen untuk memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya karena kecelakaan kerja. Perlindungan itu adalah hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 mempunyai tujuan untuk mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan resiko kecelakaan kerja (zero accident). Dalam hal tersebut ada 3 etika yang perlu di perhatikan yakni :

  • etika kesehatan,
  • etika keselamatan dan
  • etika kerja riil.

Pembenihan Tanaman Anggrek

Mencegah adalah cara yang paling efisien. Oleh karenanya dua hal terbesar sebagai penyebab kecelakaan kerja yakni :

  • perilaku yg tidak aman
  • kondisi lingkungan yg tidak aman.

Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi hingga saat ini yaitu disebabkan oleh perilaku yg tidak aman seperti :

  • sembrono dan tidak hati-hati
  • tidak mematuhi ketentuan
  • tidak mengikuti standard prosedur kerja
  • tidak memakai alat pelindung diri
  • kondisi tubuh yang lemah

Cara efisien untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yaitu dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang sudah dijelaskan diatas.

Etika Kesehatan pekerja

Etika kesehatan kerja diharapkan jadi instrumen yang dapat menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit karena kerja, misalnya kebisingan, pencahayaan (sinar), getaran, kelembaban udara, dan sebagainya yang bisa mengakibatkan kerusakan pada alat pendengaran, gangguan pernafasan, kerusakan paruparu, kebutaan, kerusakan jaringan tubuh karena sinar ultraviolet, kanker kulit, kemandulan, dan sebagainya.

Hal yang penting di perhatikan dalam penerapan kesehatan pekerja dalam bagian teknik perbenihan tanaman dapat digolongkan jadi dua bagian, yakni penerapan dalam bidang teknik pembenihan tanaman dengan secara generatif ataupun vegetatif. Dalam teknik perbenihan tanaman dengan generatif yang biasanya terbagi dalam kegiatan persiapan lahan, pengolahan tanah, pesemaian, pembibitan, penanaman, pengairan, pemupukan, pengendalian hama, penyakit dan gulma, persilangan, pemanenan, penanganan saat panen, prosesing benih dan pengemasan terdapat banyak hal yang perlu di perhatikan dan diupayakan untuk diterapkan yakni :

  • Pemakaian alat dan mesin-mesin
  • Pemakaian bahan kimia

Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman secara vegetatif baik dengan konvensional (menyetek, mencangkok, menyambung dan lainlain) beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam kesehatan pekerja sama dengan dalam kegiatan teknik perbenihan dengan generatif yakni pemakaian alat mesin dan pemakaian bahan kimia.

Dalam aktivitas agrobisnis perbenihan tanaman dengan vegetatif dengan tehnik kultur jaringan terdapat sedikit perbedaan yakni harus memerhatikan minimal 3 hal dalam kesehatan pekerja yakni ; pemakaian alat dan mesin-mesin, pemakaian bahan kimia dan pemakaian lampu ultra violet dalam persiapan enkas untuk inokulasi bahan berupa sel atau jaringan tanaman.

Banyak hal penting yang perlu di perhatikan yaitu tindakan pertolongan pertama, regu penolong, pelayanan kesehatan kerja, perawatan kesehatan, tempat berteduh dan perumahan, gizi dan air minum. Bila terjadi gangguan kesehatan maka harus ada tempat untuk pelaporan, pencatatan, penyelidikan dan pemberitahuan penyakit dan kecelakaan kerja.

Aktivitas perbenihan tanaman biasanya dilakukan di tempat yang agak jauh dari kota. Oleh karenanya harus ada pekerja yang trampil dalam prosedur PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Pelatihan ini mencakup perawatan luka terbuka, dan resusitasi. Dalam area dimana pekerjaan ikut serta dengan resiko keracunan oleh bahan kimia atau asap, ular, serangga atau laba-laba penggigit atau bahaya spesifik lain, maka pelatihan pertolongan pertama harus diperluas melalui konsultasi dengan orang atau organisasi yang berkualitas.

Alat atau kotak PPPK yang dirawat dengan baik harus siap tersedia ditempat kerja dan dilindungi pada pencemaran oleh kelembaban dan kotoran. Wadah ini harus diikuti dengan jelas dan tidak berisi apa pun selain perlengkapan PPPK dan semua karyawan harus mengetahui tempat penyimpanan perlengkapan PPPK dan prosedurnya..

Bila dalam melakukan aktivitas agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan harus terdapat alat komunikasi agar bisa dengan segera menghubungi regu penolong seperti rumah sakit, ambulance atau dokter terdekat. Disuatu tempat perbenihan tanaman harus diupayakan adanya tempat berteduh dan berlindung. Selain itu tempat perbenihan diupayakan agar dekat dengan

  • Toko makanan
  • Persediaan air bersih yang cukup.
  • Sarana sanitary (ruang cuci, pancuran, kamar kecil atau kakus)
  • Sarana untuk membersihkan dan mengeringkan baju
  • Toko barang umum (terpisah dengan bahan mudah terbakar, bahan kimia).

Apabila makanan disiapkan oleh pengusaha, harus di pastikan kalau masukan energi cukup untuk pelaksanaan pekerjaan fisik berat baik karbohidrat, lemak dan protein hewani.

Etika Keselamatan kerja

Etika keselamatan kerja adalah fasilitas atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yg tidak diduga yang diakibatkan oleh kelalaian kerja dan lingkungan kerja yg tidak kondusif. Aplikasi keselamtan kerja diharapkan dapat menihilkan kecelakaan kerja hingga mencegah terjadinya cacat atau kematian pada pekerja, lalu mencegah terjadinya kerusakan tempat dan perlengkapan kerja. Rencana ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja.

Aplikasi keselatan kerja dalam bidang teknik perbenihnan tanaman harus diaplikasikan dalam setiap aktivitas salah satunya yaitu persiapan lahan, penanaman, pengairan, pemeliharaan tanaman tanpa bahan kimia, perlakuan dan penananam tanaman dengan kimia (pemupukan dan pengendalian hama, penyakit dan gulma tanaman), pemangkasan, pemanenan, prosesing benih dan pengemasan.

Semua aktivitas perbenihan tanaman harus direncanakan dan diorganisir dengan terpadu hingga dapat mencegah pemborosan dan untuk memastikan tingkatan monitorung yang tepat hingga pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan aman.

Salah satu hal yang perlu di perhatikan yaitu adanya info mengenai :

  • Jenis pekerjaan yang diperlukan
  • Tujuan kegiatan
  • Lokasi tempat kerja yang ditunjuk,
  • Jadwal waktu untuk aktivitas spesifik :
  • Spesifikasi produk atau hasil lain :
  • Spesifikasi untuk metoda kerja yang dipakai :
  • Orang yang bertanggungjawab untuk melakukan dan mengawasi aktivitas :
  • Rencana darurat dalam cuaca buruk atau terdapat permasalahan dengan perlengkapan.

Untuk setiap pekerjaan diupayakan diambil metoda terbaik dan paling aman. Pemakaian alat dan bahan harus dilakukan dengan metoda yang distandardisasi dan sudah di setujui. Bila memungkinkan agar bisa dipraktekkan, pekerjaan manual dan motor-manual perlu di dukung dengan mesin, terlebih sekali untuk mengurangi mengangkat dan membawa muatan berat dan untuk mengurangi potensi bahaya yang muncul dari penanganan mesin bertenaga dan dipegang dengan tangan.

Penggunaan bahan, alat dan mesin dalam teknik perbeniahan diupayakan untuk memenuhi persyaratan berikut ini ; Semua perkakas, mesin dan bahan-kimia berbahaya yang dipakai dalam pembenihan harus :

  • Memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja seperti ditentukan dalam standard internasional atau nasional dan referensi.
  • Dipakai hanya untuk pekerjaan yang sudah didesain atau dikembangkan, kecuali bila suatu pemakaian tambahan yang diusulkan sudah dinilai oleh seorang yang kompeten yang sudah menyimpulkan kalau pemakaian alat dan bahan yang dipakai yaitu aman :
  • Dipakai atau dioperasikan hanya oleh para pekerja yang sudah dinilai mumpuni dan/atau memegang sertifikat keterampilan yang sesuai.

Dalam melakukan aktivitas perbenihan tanaman baiknya memakai baju kerja dan alat pelindung diri ketetapan umum untuk baju kerja yaitu seperti berikut :

  • Baju kerja harus di buat dari bahan yang melindungi tubuh pekerja tetap kering dan berada pada temperatur yang nyaman. Untuk pekerjaan dalam iklim panas dan kering, baju yang sesuai harus dipakai untuk menghindari isolasi panas yang berlebihan dan mempermudah pengeluaran keringat. Baju pelindung yang sesuai harus disiapkan bila ada suatu resiko radiasi UV atau bahan yang beracun.
  • Baju harus memiliki warna yang kontras agar pekerja terlihat dengan jelas.
  • Apabila memakai bahan kimia berbahaya, alat pelindung diri harus disiapkan sesuai keselamatan dalam pemakaian bahan kimia ditempat kerja.
  • Alat pelindung diri harus mematuhi standard internasional atau nasional.
  • Alat pelindung diri harus disiapkan dalam jumlah yang cukup.
  • Operator harus sadar kalau keselamatan dan kesehatan kerja adalah hal yang sangat penting.