Tips Keselamatan Kerja Saat Menggunakan Perkakas Listrik (Power Tools)

Subscribe Youtube Channel!

pekerjaan kelistrikan

Di Amerika Serikat, penggunaan perkakas tangan (hand tool) dan perkakas listrik (power tool) menyebabkan beberapa ratus ribu pekerjaan kelistrikan mengalami cedera serius setiap tahunnya. – Bureau of Labor Statistics dan OSHA

Setiap perlengkapan kerja sebenarnya dapat beresiko bila dipakai lewat cara yg tidak tepat, bahkan ada beberapa alat yang dapat menyebabkan bahaya serius di banding perlengkapan beda, satu diantaranya perkakas listrik (power tool).

Apa Itu Perkakas Listrik (Power Tool)?

Perkakas listrik (power tool) yaitu perlengkapan kerja yang sumber tenaganya tidak dari manusia, tetapi dari tenaga listrik atau tenaga pneumatik (tekanan udara).

Perkakas listrik dapat menyebabkan cedera fatal, dimana pekerja sebagai korban peluang dapat mengalami cacat atau akan tidak kembali sembuh seutuhnya, bahkan juga dalam beberapa masalah, dapat menyebabkan kematian.

Berikut contoh kecelakaan kerja dalam dunia kelistrikan yang berhubungan dengan perlengkapan kerja berdasar pada data Bureau of Labor Statistics (BLS) dan Occupational Safety and Health Administration (OSHA) :

  • Pada th. 2012, kecelakaan yang berhubungan dengan perlengkapan kerja menyumbang 712 kematian di semua industri.
  • Sekitar 6% dari semua kecelakaan fatal ditempat kerja dengan segera dikarenakan oleh perkakas listrik.
  • Survey memprediksi, sejumlah 400.000 pekerja mengalami cedera serius karena perkakas tangan dan perkakas listrik setiap tahunnya.

Oleh karena itu, OSHA mereferensikan setiap pekerja untuk selalu ikuti prosedur bekerja aman dan bertindak mencegah saat memakai perlengkapan kerja, terlebih perkakas listrik. Hal semacam ini ditujukan agar pekerja dapat melakukan pekerjaannya dengan aman dan selamat.

Tips Aman Memakai Perkakas Listrik (PowerTool)

Setiap perlengkapan kerja memiliki ketentuan penggunaan dan aksi mencegah berlainan, hal semacam ini berlaku juga untuk perkakas listrik. Pemahaman tentang keselamatan penggunaan perkakas listrik harus di perhatikan agar pekerja dapat melakukan pekerjaannya dengan aman.

Berikut tips aman memakai perkakas listrik :

Bor Listrik

Bor listrik atau bor tangan berperan untuk melubangi kayu, besi, atau beton/tembok. Bor listrik biasanya berupa pistol besar dengan penutup terbuat dari plastik atau logam. Bor ini memiliki spesifikasi bermacam berdasar pada ukuran mata bor, ukuran motor, dan kecepatan.

Pada intinya, bor listrik juga akan memberi hasil yang baik jika dipakai dengan kecepatan yang tepat dan memakai type mata bor yang sesuai. Cara penggunaan bor harus juga Anda perhatikan. Memang hal semacam ini terlihat remeh, tetapi nyatanya banyak pekerja yang belum juga dapat memakainya dengan tepat dan memperhatikan beberapa segi keselamatan saat menjalankannya.

Keselamatan kerja listrik bagi pekerja memakai bor listrik :

  1. Sebelumnya mengebor, kenali media apa yang juga akan dibor untuk memastikan type dan ukuran mata bor yang digunakan
  2. Pakai alat pelindung diri (APD) salah satunya kacamata keselamatan, sarung tangan anti getaran, sepatu keselamatan, helm keselamatan dan earplug/earmuff apabila Anda terpapar kebisingan
  3. Pastikan untuk memegang bor listrik dengan hati-hati agar tidak mengakibatkan kerusakan alat atau menyebabkan cedera
  4. Beri sinyal di bagian yang juga akan di bor dengan memakai pin punch/penitik dan palu untuk hindari mata bor tergelincir ketika pengeboran
  5. Pakai selalu mata bor yang tajam untuk menanggung keselamatan pada operasi pengeboran
  6. Pakai selalu cairan pendingin untuk mendinginkan mata bor, kurangi tingkat keausan dan melindungi ketajaman mata bor
  7. Tidak diperbolehkan memakai ukuran mata bor lebih kecil/besar dari ukuran mata bor yang disarankan
  8. Dilarang menghimpit mata bor dengan kaki untuk menaikkan kemampuan penekanan pengeboran
  9. Pegang mesin bor dengan kuat agar mesin bor tidak terpental ketika dipakai. Apabila tangan kanan memegang pelatuk, maka tempatkan tangan kiri ke belakang tubuh bor untuk menolong mendorong bor ke depan saat sistem mengebor terlebih untuk media yang keras.

Catatan :

Sebelumnya menempatkan mata bor, pastikan steker/colokan bor tidak tersambung dengan stop kontak untuk hindari hal yg tidak dikehendaki. Untuk cara pemasangan dan penggunaan mata bor kerjakan sesuai panduan produsen. Pastikan Anda memakai kacamata keselamatan dan APD yang lain saat menempatkan mata bor.

Impact Wrench

Impact wrench yaitu sebuah alat yang berperan untuk melonggarkan baut/mur dan mengencangkan dengan kecepatan rendah atau tinggi. Perkakas listrik ini memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam sesuai maksud penggunaannya. Impact wrench terbagi dalam dua type, yaitu air impact wrench dan electric impact wrench.

Air impact wrench dipakai untuk nyaris semua keperluan industri. Sedangkan electric impact wrench dipakai oleh para pekerja untuk pekerjaan enteng karena alat ini memberi torsi yang lebih rendah dari pada air impact wrench dengan ukuran yang sama.

Keselamatan memakai impact wrench :

  1. Sebelumnya menjalankan impact wrench, pakai APD yang diperlukan, salah satunya kacamata keselamatan, sarung tangan anti getaran, sepatu keselamatan, helm keselamatan dan earplug/earmuff apabila Anda terpapar kebisingan
  2. Pastikan keadaan impact wrench dalam kondisi baik
  3. Pilih kunci shock/socket yang sesuai sama ukuran baut atau mur yang juga akan diputar
  4. Janganlah memakai kunci shock/socket yang telah rusak atau aus
  5. Gunakanlah selalu minyak pelumas pada baut dan mur yang diputar untuk mempermudah pemutaran
  6. Saksikan dengan cermat kedudukan tombol pengatur arah putaran impact wrench, cocokkan dengan pekerjaan yang juga akan dilakukan
  7. Pegang tegak lurus impact wrench pada kedudukan baut dan mur yang juga akan diputar
  8. Bila memakai impact wrench yang cukup besar, maka tempat badan harus stabil dan pegangan harus kuat
  9. Janganlah menjalankan alat tanpa ada pembebanan. Sebab, impact wrench juga akan mengalami keausan lebih cepat bila tidak memiliki beban saat dioperasikan
  10. Pastikan bagian atau media yang ditangani terpasang kuat hingga akan tidak bergerak saat alat dioperasikan
  11. Pastikan putaran impact wrench telah sesuai saat melepas dan menempatkan baut atau mur.

Gerinda Tangan

Gerinda tangan atau umum dimaksud angle grinder yaitu perkakas listrik yang dipakai untuk mengasah, memotong, melembutkan permukaan benda kerja, membereskan hasil pemotongan, membereskan hasil las, membuat lengkungan pada benda kerja bersudut, dan bersihkan karat. Gerinda tangan paling banyak dipakai untuk industri migas, galangan kapal, konstruksi, pabrik metal, dan bengkel.

Berdasar pada peranannya, awalannya gerinda tangan hanya dapat dipakai untuk benda kerja memiliki bahan logam. Tetapi saat ini terdapat juga gerinda tangan yang dapat dipakai untuk benda kerja bukanlah logam, dengan prasyarat batu atau mata gerinda yang dipakai harus sesuai sama benda kerja. Perlu Anda perhatikan, untuk penggunaan gerinda pada benda kerja bukanlah logam diperlukan kehati-hatian lebih karena resiko bahaya dapat semakin besar.

Menurut data OSHA, gerinda tangan adalah salah satu penyumbang kecelakaan kerja paling besar di industri migas. Maka, OSHA mereferensikan supervisor atau safety officer harus pro aktif dalam memberi kursus mengenai penggunaan gerinda tangan dengan aman.

Keselamatan memakai gerinda tangan :

  1. Sebelumnya menggerinda, pakai APD yang diperlukan, salah satunya kacamata keselamatan, tameng muka (face shield), sarung tangan, helm keselamatan, sepatu keselamatan, masker, dan earplug/earmuff apabila Anda terpapar kebisingan
  2. Cabut steker/colokan dari stop kontak ketika juga akan ganti batu gerinda
  3. Ganti batu gerinda memakai kunci standard yang telah disediakan
  4. Gerinda yang dipakai untuk memotong tidak bisa dipakai untuk ampelas
  5. Sebelumnya dipakai, pastikan penutup batu gerinda terikat dengan baik dan tak ada bagian yang longgar
  6. Pastikan batu gerinda dalam keadaan baik (tidak pecah, retak atau terkunci), tajam dan anti slip. Pakai batu gerinda yang sesuai sama media atau benda kerja yang juga akan di gerinda
  7. Pastikan batu gerinda terpasang kuat dan simetris. Batu gerinda yang terpasang asimetris juga akan berisiko pecah pada putaran tinggi
  8. Janganlah memakai mesin gerinda dengan keadaan batu gerinda yang telah memiliki ukuran kecil
  9. Coba gerinda terlebih dulu sebelumnya dipakai dan pastikan semua tombol bekerja dengan baik, gerinda tidak keluarkan nada abnormal, dan putaran batu gerinda tidak hasilkan getaran besar
  10. Cocokkan penekanan dengan type mata gerinda, hindari menghimpit terlalu kuat saat menggerinda
  11. Pegang mesin gerinda dengan ke-2 tangan untuk menyetabilkan tempat penggerindaan
    Tujukan percikan ke tempat bawah
  12. Pastikan tempat batu gerinda dengan permukaan material atau benda kerja yang di gerinda harus tepat
  13. Pastikan ruang penggerindaan bebas dari beberapa bahan mudah terbakar
  14. Berikan tahu pekerja di sekitar Anda agar tidak berada terlalu dekat saat menggerinda
  15. Tempat badan harus stabil saat menggerinda
  16. Pastikan gerinda dalam kondisi mati ketika Anda menyimpan gerinda ke lantai.

Gergaji Jigsaw

Mesin gergaji jigsaw yaitu perkakas listrik yang berperan untuk memotong kayu dan material yang lain dengan alur potongan detil dan beragam, seperti alur zig-zag, melengkung, melingkar atau berkelok.

Gergaji jigsaw memiliki mata pisau yang tidak tebal hingga kurang pas dipakai untuk memotong papan tidak tipis karena dapat hasilkan potongan yang kurang rata. Tetapi, apabila Anda ingin memotong material tripleks dengan alur lingkaran atau berupa lekukan beda, maka alat keselamatan kerja listrik dan fungsinya ini juga akan sangat menolong.

Gergaji jigsaw ini dapat dipakai untuk memotong beberapa material terkecuali kayu dengan catatan pisau gergaji yang dipakai harus sesuai sama material yang juga akan dipotong. Gergaji jigsaw dapat juga dipakai pada tempat bagian kerja yang fleksibel, tidak harus dipakai pada meja kerja bagian datar.

Keselamatan memakai gergaji jigsaw :

  1. Pakai APD sebelumnya menjalankan gergaji jigsaw, salah satunya kacamata keselamatan, sarung tangan, helm keselamatan, sepatu keselamatan, dan earplug/earmuff apabila terpapar kebisingan
  2. Check keadaan gergaji jigsaw untuk meyakinkan mesin dalam kondisi baik dan aman digunakan
  3. Gunakan mata pisau yang sesuai sama type dan ketebalan material yang juga akan dipotong, lalu kencangkan bautnya memakai kunci L
  4. Ukur benda kerja yang juga akan dipotong memakai sketmatch/periode sorong dan beri sinyal pada hasil pengukuran tadi
  5. Masukan material atau benda kerja kedalam ragum dan cocokkan ukurannya dengan mata pisau
  6. Tempatkan bagian yang telah di beri sinyal tepat pada mata pisau untuk peroleh hasil potongan terbaik
  7. Gunakan steker gergaji pada stop kontak listrik dan atur kecepatan pergerakan mata pisau sesuai kebutuhan
  8. Pegang mesin gergaji jigsaw dengan ke-2 tangan
  9. Pastikan tempat gergaji tegak lurus saat pemotongan berlangsung. Hindari memegang gergaji dengan tempat serong/miring karena hasil pemotongan jadi tidak rapi.