Pentingnya Memperhatikan Keselamatan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit

cara menjaga keselamatan kerja rumah sakit

Karyawan atau pekerja di perkantoran biasanya menghabiskan seluruh waktu kerjanya dalam ruangan tertutup dan memakai perlengkapan elektronik termasuk komputer. Pekerja kantor biasanya kurang melakukan aktivitas fisik karena menghadapi beragam tekanan psikososial dan kemudahan perlengkapan penunjang yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Pekerja biasanya memiliki beragam keluhan di perkantoran yang sering disebut sebagai sick building syndrome seperti batuk pilek, sakit kepala, mual, dan permasalahan ergonomi. Disisi lain perkantoran biasanya terletak di gedung tinggi, di mana terdapat potensi bahaya yang bisa memengaruhi keselamatan dan kesehatan banyak pekerja. Karenanya usaha keselamatan dan kesehatan kerja di perkantoran perlu diaplikasikan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja, hingga pekerja tetap sehat bugar dan produktif.

Usaha Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ditempat kerja adalah suatu kewajiban untuk dilakukan. Pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk usaha kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, penyembuhan dan pemulihan untuk karyawan. Sedangkan karyawan wajib melindungi kesehatan ditempat kerja yang sehat sesuai standard yang berlaku.

Selain perkantoran, Rumah Sakit juga adalah salah satu tempat kerja dengan resiko kerja yang sangat tinggi dan mengancam keselamatan kerja sumber daya manusia (SDM) dan keselamatan pasien (patient safety) bahkan pengunjung yang berada di dalamnya. Rumah sakit adalah perkumpulan berbagai resiko penyakit menular dan dengan adanya emerging disease perlu menambah kewaspadaan ; analisis kasus kecelakaan kerja di rumah sakit ; terdapat beragam alat teknologi yang memiliki dampak pada sekitarnya baik lingkungan bahkan manusia ; aktivitas pelayanan secara terus menerus selama 24 jam dan 7 hari satu minggu ; banyak melibatkan tenaga kerja ; dan adalah industri yang bersifat labour intensive.

Beberapa jenis” kecelakaan kerja yang terjadi di rumah sakit yaitu seperti gangguan otot rangka, kontaminasi pajanan biologi Hepatitis dan adanya ancaman dalam pemakaian beberapa bahan beracun, beragam resiko seperti tertusuk jarum suntik dan beresiko yang dipakai dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

Proyeksi jumlah penduduk umur produktif akan meningkat pada th. 2025, ini adalah tantangan sekaligus kesempatan yang perlu disiapkan agar pada masa bonus demografi itu memiliki usia kerja yang sehat dan produktif. Pekerja yaitu kelompok potensial yang memberi dukungan perekonomian masyarakat, dan harapan keluarga, perusahaan dan negara yaitu pekerja yang sehat.

Saat ini Kementerian Kesehatan telah melakukan beragam upaya kesehatan olahraga dengan meningkatkan kesehatan jasmani dan derajat kesehatan masyarakat, melalui peningkatan latihan fisik dan aktivitas fisik yang benar, baik, terukur, dan teratur sesuai dengan aturan kesehatan. Salah satu cara menjaga keselamatan kerja rumah sakit, saat ini Kemenkes jadi pioneer karena telah mulai memberlakukan senam peregangan ditempat kerja 2 x dalam satu hari dipandu oleh pengeras suara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here