Prinsip Dasar dalam Penerapan Lean Manufacturing : 10 Tips Menggunakan Lean di Industri Ritel

manfaat lean manufacturing

Perdagangan ritel masih tetap mengalami perlambatan di kuartal pertama tahun ini. Untuk menciptakan perkembangan, peritel harus selalu melakukan inovasi pada bisnisnya dan melakukan sejumlah perbaikan sistem operasional.

Didunia manajemen, di kenal beberapa cara yang dipakai untuk melakukan perbaikan operasional organisasi, salah satunya adalah Lean. Popularitas dan hasil impresif yang sudah dicapai banyak perusahaan manufaktur didunia memancing industri lain untuk mengaplikasikannya, tidak terkecuali industri ritel.

Dengan rencana, implementasi Lean di industri ritel hampir sama juga dengan penerapan Lean di industri manufaktur, bahkan sering kali teknik dan tools yang dipakai pun sama. Ini disebabkan dalam bisnis ritel juga terdapat beberapa pemborosan seperti di industri manufaktur. Pada intinya Lean juga akan sangat berguna untuk bisnis Anda karena kemampuannya dalam menyingkirkan aktivitas yg tidak memberi nilai lebih untuk perusahaan. Nah, untuk memperoleh hasil maksimum itu, simak 10 tips pemakaian Lean dalam industri ritel dari SHIFT Indonesia berikut ini :

1. Pakai Value Stream Maping (VSM)

Di toko ritel, mencari material/produk di lantai gudang yaitu sistem yang bisa sulit. Anda perlu memakai tools seperti VSM untuk membantu pekerjaan Anda.

2. Menghilangkan Individualitas

Beberapa orang yang bekerja di area toko memiliki kontrol individu atas pekerjaan mereka, hal semacam ini dapat mengakibatkan penolakan ketika terjadi perubahan sistem di area mereka. Mereka takut kehilangan kreatifitas dan kebebasan yang mereka punyai agar bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan cara yang mereka mau.

Hanya satu cara untuk membuat orang-orang Anda menerima perubahan sistem dengan mudah yaitu dengan melibatkan mereka dalam mengambil keputusan apa yang perlu dirubah dan bagaimana merubahnya. Sertakan mereka dalam penciptaan praktek dan cara terbaik.

3. Ketahui Pemborosan (waste)

Peritel pada umumnya belum terlatih dalam mencermati sistem mereka untuk mengidentifikasi delapan jenis pemborosan. Mulai lihat bisnis Anda dengan memakai filter “waste” dalam lean.

4. Sesuaikan cara Lean dengan budaya perusahaan

Sederhanakan dan sesuaikan terminologi dan cara Lean agar sesuai dengan terminologi Anda saat ini. Anda telah memiliki budaya dan terminologi Anda sendiri, bila memungkinkan Anda dapat mengandalkannya.

5. Data berpengaruh pada pengambilan keputusan

Kenali berapa lama antrian, berapakah lama rata-rata yang diperlukan untuk melayani pelanggan. Anda memerlukan data untuk membuat ketentuan berdasarkan fakta.

6. Orang tidak bisa dikontrol seperti mesin

Orang yaitu aset utama Anda, namun mereka juga adalah pemicu utama permasalahan atas perubahan yang dilakukan oleh perusahaan. Jadikan SDM jadi perhatian utama Anda pada awal proyek, hal semacam ini dapat dilakukan dengan melibatkan orang yang bekerja di area itu kedalam tim lean maupun Kaizen Event.

7. Identifikasi variabilitas dalam bisnis Anda

Anda perlu mengidentifikasi variabilitas dalam bisnis Anda dan lalu memakai toolbox Lean untuk kurangi variabilitas itu. Hal semacam ini akan membantu Anda turunkan biaya. Tingkatkan fleksibilitas Anda ketika variabilitas tidak bisa dikurangi.

8. Pakai prinsip Keep It Simple

Anda perlu konsentrasi pada standarisasi sistem sebanyak mungkin. Ini juga akan membantu Anda kurangi sistem dan kompleksitas layanan. Pakai prinsip “KISS” (Keep it Simple) saat meningkatkan Cara & SOP pilihan Anda.

9. Kerjakan Kaizen Event dan bentuk tim Lean untuk mengidentifikasi kesempatan dan lalu meningkatkan solusi.

Kaizen Event dengan tepat dapat dipakai untuk meningkatkan biaya, kualitas, pengiriman, dan responsif pada kebutuhan pelanggan Anda. Kaizen yaitu acara yang dilakukan selama 1 minggu penuh dengan melibatkan tim kecil lintas fungsional dengan tujuan tingkatkan sistem atau mengidentifikasi permasalahan dalam area tertentu kurun waktu yang singkat (Quick Wins). Lalu untuk tim Lean, mereka harus dibuat untuk mendorong perbaikan berkepanjangan di area yang lebih kompleks di mana permasalahan itu tidak dapat dipecahkan dengan Kaizen Event.

10. Penambahan produktivitas didasarkan pada praktek paling baik.

Cari kiat terbaik dan maksimalkan sistem distribusi untuk penuhi keinginan pelanggan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here