Motivasi Terhadap Performa Kerja Karyawan

performansi kerja adalah

Peranan manajemen sumber daya manusia didalam sebuah perusahaan perlu dilakukan pembinaan untuk meraih sukses dalam karir dan kemudian ditetapkan pada tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan tertentu.Dalam perusahaan adanya dorongan atau motivasi adalah hal penting untuk memacu peningkatan performansi kerja dan daya saing kerja.

Hal ini pada dasarnya merupakan salah satu faktor dalam mengembangkan perusahaan secara efektif dan efisien.Motivasi merupakan daya dorong yang merangsang karyawan untuk bekerja dengan giat dan bersemangat. Oleh karena itu, pengetahuan tentang motivasi harus dapat diketahui terlebih dahulu oleh seorang pimpinan, sebab pimpinan harus dapat mengetahui motivasiapa dari setiap karyawan dalam melakukan pekerjaan. Dengan mengetahuiapa motivasi tersebut, maka seorang pimpinan perusahaan dapat dengan mudah menentukan kebijakan yang tepat dalam meningkatkan performansi kerja karyawan.

Dalam teori kebutuhan David Mc Clelland dalam Robbins dijelaskan bahwa terdapat 3 (tiga) kelompok kebutuhan kerja di tempat kerja :

1. Kebutuhan untuk berprestasi Kebutuhan untuk berprestasi yaitu berupa dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, dan bergulat untuk sukses.
2. Kebutuhan untuk berkuasa Kebutuhan akan berkuasa yaitu berupa kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana tanpa perlu dipaksa untuk berperilaku demikian.
3. Kebutuhan akan afiliasi Kebutuhan akan afiliasi yaitu berupa hasrat untuk membentuk hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Timbulnya motivasi untuk melakukan suatu perbuatan berasal dari adanya interaksi antara motif dengan faktor-faktor situasi yang dihadapi.

Sedangkan menurut Abraham Maslow “Motivasi adalah pemberian dorongan atau semangat kerja yang dipengaruhi oleh beberapa kebutuhan antara lain kebutuhan untuk mempertahankan hidup, adanya kebutuhan keamanan melalui kebijakan dan peraturan, pengakuan sosial, pekerjaan, imbalan, dan kebutuhan untuk aktualisasi diri.”

Menurut Edwin B.Flippo sebagai berikut : “ Motivasi adalah suatu keahlian dalam mengarahkan karyawan dalam organisasi agar mau bekerja secara baik, sehingga tercapai keinginan para karyawan sekaligus tercapai tujuan organisasi”. Selanjutnya Peterson dan Polwan menyatakan bahwa,“motivasi merupakan suatu hasrat yang tumbuh dari dalam diri manusia untuk melakukan sesuatu”. Secara lebih lengkap Malayu S.P Hasibuan mengutip pandangan diatas sebagai berikut:

1. The Desire To Live Keinginan untuk hidup merupakan keinginan utama dari setiap orang, manusia bekerja untuk dapat makan dan untuk dapat melanjutkan hidupnya.

2. The Desire For Possesion Keinginan untuk memiliki merupakan keinginan manusia yang kedua dan ini salah satu sebab mengapa manusia mau bekerja.

3. The Desire For Power Keinginan akan kekuasaan merupakan keinginan manusia selangkah diatas keinginan untuk memiliki, mendorong orang mau bekerja.

4. The Desire For Recognition Keinginan akan pengakuan teknis terakhir dari kebutuhan dan juga menodorong orang untuk mau bekerja

Dari pendapat diatas dapat dilihat bahwa setiap individu mempunyai motivasi atau kebutuhan tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil pekerjaanya. Oleh karena itu, maka seorang pemimpin harus dapat mengetahui bagaimana caranya memotivasi dari masing-masing karyawan. Karena setiap karyawan mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, misalnya: berbeda dalam hal pendidikan,keahlian, kedudukan, dan sebagainya.

Faktor-faktor Motivasi

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi dalam bekerja dapat dikategorikan sebagai berikut 4

1. Tujuan. Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi dan misi yang di tetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota.

2. Tantangan. Manusia dikaruniakan mekanisme pertahanan diri yang disebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.

3. Keakraban.Tim yang sukses biasanya ditandai dengan sikap keakraban antara satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota tim saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangkan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota tim.

4. Tanggungjawab. Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan tim yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proposional cenderung akan memiliki motivasi kerja yang tinggi.

5. Kesempatan untuk maju. Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan keterampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah tim setiap anggota merasa bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi setiap anggota untuk bisa meningkatkan kinerja serta pemberian reward yang sesuai, maka disitulah motivasi dan komitmen yang tinggi akan selaras di setiap anggota. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.

6. Kepemimpinan. Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitmen dari anggota tim.Leader berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi tim untuk bekerja dengan tenang dan harmonis.