Pekerja Wajib Tahu Dasar-dasar Mengenai Kecelakaan Kerja

dasar dasar mengenai kecelakaan kerja

dasar dasar mengenai kecelakaan kerja – Kecelakaan kerja ialah suatu peristiwa yang tidak direncanakan, tidak tertangani, serta tidak diinginkan yang diakibatkan secara langsung oleh tindakan tidak aman atau unsafe act serta atau kondisi tidak aman atau unsafe condition hingga mengakibatkan terhentinya suatu pekerjaan baik pada manusia, mesin ataupun alat. Karakter dasar kecelakaan kerja ini pula seringkali disebut dengan ide 3U yakni Unplanned (tidak direncanakan), Undesirable (tidak diharapkan) serta Uncontrolled (tidak terkontrol).

Bila dideskripsikan dalam diagram, maka karakter 3U tadi mempunyai aliran diagram kecelakaan seperti di bawah ini:

diagram kecelakaan 3U
Diagram kecelakaan 3U
Dari diagram kecelakaan 3U tadi, dapat memunculkan resiko pada cedera manusia/pekerja, rusaknya alat/mesin, bahkan juga keduanya atau ikut tidak terjadi apa-apa.

Namun ada opini lainnya yang menjelaskan jika kecelakaan disimpulkan menjadi resiko kecelakaan kerja yang berlangsung pada pekerjaan usaha industri dalam tempo antara mulai masuk serta mengakhiri pekerjaan.

Klasifikasi Kecelakaan Menurut Karakter Kecelakaan Kerja

Klasifikasi dari kecelakaan kerja ini di tiap-tiap negara berbeda-beda. Salah satunya yakni:

Indonesia:

Mati: jika si korban wafat s/d 24 jam dari waktu terjadinya kecelakaan.
Luka berat: jika si korban tidak kerja lebih dari 3 minggu (dalam tempo 3 minggu baru bisa kerja kembali)
Luka ringan: jika si korban tidak bisa kerja kurang dari 3 minggu (dalam tempo 3 minggu sudah bisa kerja kembali)
Polandia:

Fatal: bila kematian berlangsung dalam periode waktu 7 hari sesudah berlangsung kecelakaan.
Very Seious Accident: memerlukan perawatan lebih dari 3 minggu.
Serious Accident: memerlukan perawatan pada 4 minggu s/d 13 minggu.
Slightly Injury: memerlukan perawatan pada 4 hari s/d 4 minggu.
Jerman Barat:

Fatal: bila berlangsung kematian
Serious accident: yang menyebabkan korban tidak bisa kerja lebih dari 8 minggu.
Medium accident: yang mengakibatkan korban tidak bisa kerja pada 4 minggu s/d 8 minggu.
Slight injury: yang mengakibatkan korban tidak bisa kerja pada 4 hari sampai s/d 4 minggu.
India:

Fatal: berlangsung kematian pada pekerja
Serius: yang mengakibatkan cacat tubuh seperti mata, telinga, sisi tubuh purus atau mungkin tidak bisa kerja lebih dari 20 hari.
Minor Reportable: yang mengakibatkan korban tidak bisa kerja lebih dari 48 jam.
Minor non Reportable: yang mengakibatkan korban tidak bisa kerja kurang dari 48 jam.
Minimal Duration of Disability

Ialah waktu terpendek yang termasuk kecelakaan, berarti hilangnya waktu minimal karena kecelakaan yang perlu dilaporkan. Inipun untuk masing-masing Negara ikut berbeda.

Indonesia, Belgia, USA : 1 hari (dihitung mulai 24 jam sesudah terjadinya kecelakaan)
India, Belanda : 2 hari
Jepang, Polandia, Jerman Barat, Inggris : 3 hari
Perancis : 4 hari.

Ada 5 aspek yang tersirat pada suatu kecelakaan kerja, salah satunya yakni:

Kecelakaan itu harus berlangsung
Kecelakaan itu menimpa pekerja Industri
Kecelakaan berlangsung karena pekerjaan Industri
Kecelakaan berlangsung saat jam kerja/giliran kerja
Kecelakaan berlangsung di daerah Industri
Anatomi Kecelakaan Kerja

Anatomi kecelakaan dipandang terpenting untuk perlu untuk diketahui supaya kita bisa menganalisa kecelakaan yang berlangsung, temukan pemicu serta menahan terjadinya kecelakaan lainnya. Ada consensus di antara Safety Enginner untuk mengambil keputusan 4 perihal pokok dalam anatomi kecelakaan, yakni:

Contributing causes atau pemicu pendukung yang mencakup aksi pengawas, kondisi mental pekerja, serta keadaan fisik pekerja.
Immediate causes atau pemicu langsung yang mencakup aksi tidak aman serta kondisi tidak aman.
Kecelakaan atau accidental
Result of accident atau akibatnya karena kecelakaan
Untuk lebih detilnya tentang anatomi kecelakaan kerja, lihat gambar di bawah ini bersama keterangan masing-masing contoh dalam 4 perihal pokok anatomi kecelakaan kerja itu:

4 perihal pokok anatomi kecelakaan kerja
4 perihal pokok anatomi kecelakaan kerja

a. Pendukung

Aksi pengawas, contohnya: petunjuk keselamatan tidak mencukupi, ketentuan keselamatan tidak dikerjakan, jarang lakukan kontak dengan pekerja mengenai keselamatan, bahaya tidak dijamin, dan lain-lain.
Keadaan mental pekerja, contohnya grogi, reaksi lamban, bingung serta lainnya.
Keadaan fisik pekerja, contohnya sangatlah capai (fatigue), pandangan kabur, keadaan tubuh tidak sesuai dengan pekerjaan, buta warna serta lainnya.

b. Pemicu langsung

Aksi tidak aman, contohnya tidak memakai safety belt, kaca mata las, sangat sembrono dalam mengatasi mesin atau perkakas, sangat gegabah dalam tempat yang beresiko, kurang berhati-hati dalam mengatasi perlengkapan mekanis atau bahan peledak serta lainnya.
Keadaan tidak aman, seperti contohnyo ada oli yang bertebaran di lantai, penyangga yang lapuk serta tidak diganti, bekas bahan peledak dibiarkan berantakan, perlengkapan yang harusnya tidak layak pakai tapi masih dipakai dan lain-lain.
Kecelakaan, contohnya tergelincir, terbakar, terserang ledakan, terjepit, kejatuhan material serta lainnya.
d. Akibat kecelakaan

Karena kecelakaan contohnya produksi berhenti, mengakibatkan kerusakan, luka berat, ringan sampai kematian dan lain-lain.

Itu barusan beberapa dasar dari kecelakaan kerja yang harus diketahu terpenting pada dasar resiko kerja dalam dunia industri.