Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja

Subscribe Youtube Channel!

pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja

1. Tahap Persiapan

  • Perusahaan menyediakan kartu pemeriksaan ( terlampir )
  • Perusahaan menunjuk seseorang atau beberapa orang untuk mengisi data – data tenaga kerja yang akan diuji dan jenis pengujian kesehatan badan yang diperlukan. Kartu yang telah diisi diserahkan kepada dokter pemeriksa yang ditunjuk. Dokter pemeriksa menentukan waktu pelaksanaan pengujian.

2. Tahap Pelaksanaan

Tahap ini dilakuakn oleh dokter pemeriksa dan pemeriksaan dilkaukan seperti lazimnya yang dilakukan oleh setiap dokter untuk memeriksa kesehatan badan seseorang. Pemeriksaan ini meliputi :
a. Anamnesa
b. Pemeriksaan mental
c. Pemeriksaan fisik
d. Pemeriksaan kesegaran jasmani
e. Pemeriksaan radiologi
f. Pemriksaan laboratorium
g. Pemriksaan – pemeriksaan tambahan

Anamnesa

Pada anamesa ini hendaknya dokter pemeriksa menegaskan agar supaya pertanyaan – pertanyaan dijawab dengan teliti dan seluas-luasnya. Yang perlu ditanyakan adalah :

  • Riwayat-riwayat penyakkit umum, seperti TBC, DM, Jantung, syaraf, hipertensi / hipotensi, penyakit ginjal, kulit, dll
  • Riwayat perawatan di rumah sakit, mengapa ia dirawat, belum atau pernah dirawat, berapa lama waktu perawatan dan jenis penyakit yang dideritanya.
  • Riwayat kecelakaan, apakah pernah mendapat kecelakaan, sebab – sebabnya, adakah hubungan antara kecelakaan dengan pekerjaannya, bagian anggota badan yang cidera, apakah dirawat atau tidak, jika dirawat berapa lama
    waktu perawatan, apakah menderita cacat sementara atau tetap.
  • Riwayat operasi, pernah operasi atau tidak, jika pernah apa jenis operasinya, kapan, dimana dan berapa lama perawatan operasi tersebut – Riwayat pekerjaan, apakah pernah bekerja atau belum, jika sudah dimana,
    berapa lama dan mengapa berhenti dari pekerjaan tersebut, adakah kemungkinan ia menderita penyakit jabatan dari pekerjaannya yang terdahulu
  • Riwayat penyakit jabatan, ditanyakan pada mereka yang sudah pernah bekerja.Jika mencurigai adanya penyakit jabatan maka perlu dilakukan pemriksaan khusus untuk memastikan apakah ia masih menderita penyakit jabatan tersebut atau sudah sembuh
  • Riwayat haid bagi tenaga kerja wanita, kapan mulai haid, teratur atau tidak, lamanya, banyaknya, sakit atau tidak. Perlu juga ditanyakan masalah kehamilan, melahirkan, KB, keguguran, jumlah anak yang mati & hidup

Pemeriksaan Mental

Pemeriksaan mental dapat dilakukan dengan baik sewaktu sedang melakukan anamnesa atau pemeriksaan fisik dengan cara mengemukakan pertanyaan – pertanyaan umum dan spesifik tentang hal – hal berikut :

  • Tujuan saat melamar pekerjaan
  • Tujuan terakhir apabila diterima dalam jabatan tertentu
  • Rasa puas dengan berbagai situasi mengenai dirinya dan lingkungan pekerjaannya
  • motivasi bekerja terus dengan jabatan yang didudukinya sekaranginteligensia, dll

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik ini dilakukan di tempat yang penerangannya cukup dan dalam suasana tenang serta tidak tergesa – gesa. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi :

  • Pengukuran berat badan (harus dalam keadaan berpakaian minimal)
  • Pengukuran tinggi badan (harus tanpa alas kaki)
  • pengukuran lingkar dada
  • Pengukuran nadi & frekuensi pernafasan ( dalam keadaan berbaring & tenang, jika denyut nadi teratur cukup diukur selama 30 detik dan hasilnya dikalikan dua, jika tidak teratur dihitung selama 60 detik atau 1 menit )
  • Pengukuran tekanan darah (posisi berbaring, tenang)
  • Pemeriksaan indera penglihatan/mata
  • Pemeriksaan indera pendengaran/telingapemeriksaan indera pencium/hidung
  • Pemeriksaan indera perabaan
  • Pemeriksaan indera perasa

Pemeriksaan Kesegaran Jasmani

Tujuan perusahaan melakukan pemeriksaan ini adalah untuk menentukan tingkat kesegaran jasmani terutama bagi tenaga kerja yang akan atau sedang bekerja dengan jenis pekerjaan fisik yang berat. Bagi tenaga kerja yang berumur lebih dari 40 tahun
perlu dilakukan pemeriksaan Electrocardiografi ( ECG )

Pemeriksaan Radiologi

Terutama untuk memeriksa keadaan paru – paru dan jantung

Pemeriksaan Labolatorium

Yaitu pemeriksaan darah, urine, dan feces ( tinja ).

  • Pemeriksaan laboratorium rutin darah : kadar Hb, hitung leukosit, hitung jenis dan laju endapan darah ( LED )
  • Pemeriksaan laboratorium rutin urine : warna, kejernihan, reduksi, protein dan sedimen
  • Pemeriksaan laboratorium rutin feces : warna, konsistensi, dan telur cacing

Pemeriksaan Tambahan

Yaitu pemeriksaan – pemeriksaan yang dilakukan lebih mendalam baik mental, fisik, keegaran jasmani, radiologi dan laboratorium atas dasar indikasi medis dan indikasi macam pekerjaan serta lingkungan kerja sehingga didapatkan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik bagi yang diperiksa maupun orang sekitarnya atau umum, misalnya untuk pekerjaan sejenis sopir, maisnins, penerbang, penyelam , dll. Contoh – contoh pemeriksaan tambahan seperti :

  • Electrocardiografy ( ECG )
  • Electro Encephalografi ( EEG )
  • Pemeriksaan faal hati, ginjal, lympha,
  • Pemeriksaan cairan otak
  • Faal Spirometri