Pengukuran Lingkungan Kerja Menentukan Waktu Istirahat Kerja

Subscribe Youtube Channel!

 

apakah waktu istirahat termasuk jam kerja

Temperatur lingkungan, berat badan, dan tingkat beban kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap denyut nadi (Purwaningsih & Aisyah, 2016). Pemulihan kelelahan kerja perlu dilakukan dan diterapkan istirahat pendek 5 – 10 menit setiap satu jam kerja (Sundari, 2011). Alokasi waktu istirahat yang sesuai dengan jenis pekerjaan bisa mengurangi nilai level resiko cidera operator saat bekerja (Andriani & Sugiono, 2016).

Waktu istirahat dapat menurunkan denyut nadi kerja operator sehingga tidak terjadi kelelahan kerja (Andriyanto, 2012). Begitu pentingnya penentuan waktu istirahat dalam bekerja untuk mengurangi kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu istirahat kerja dan %CVL, serta energy expenditure berdasarkan lingkungan kerja fisik dan data fisiologis operator kerja. Proses produksi SKU tegangan tinggi menggunakan mesin bubut dan frais. Kedua mesin tersebut berada dalam satu lingkungan kerja yaitu ruangan mesin perkakas, tetapi letaknya berjauhan. Pengukuran lingkungan kerja fisik dan data fisiologis operator bubut dan frais perlu dilakukan untuk menentukan waktu istirahat kerja, sehingga operator bekerja tidak memiliki beban kerja yang berlebihan. Selain itu kondisi lingkungan kerja fisik harus memberikan rasa nyaman dan aman kepada operator. Pengaruh beban kerja berlebihan dan ketidaknyaman kondisi lingkungan kerja fisik dapat menimbulkan operator cepat mengalami kelelahan, stress dan kecelakaan kerja.

Kondisi lingkungan kerja

Kondisi lingkungan kerja meliputi suhu, kelembaban, getaran, kebisingan, dan lainlain. Stress atau kelelahan kerja bisa terjadi akibat dari kondisi lingkungan kerja yang panas, bising, dan getaran mesin yang berlebihan. Stress atau kelelahan kerja bisa menimbulkan dampak negatif pada performance maupun moral operator.

Suhu yang baik di tempat kerja yang memberikan produktivitas kerja yang tinggi adalah pada temperatur 240C – 270C. Pengaruh tingkat temperatur pada tubuh manusia saat bekerja berbeda-beda seperti berikut (Wignjosoebroto, 2008):

+490C: Temperatur dapat ditahan sekitar 1
jam, tetapi jauh diatas tingkat
kemampuan fisik dan mental.
+300C: Aktivitas mental dan daya tanggap
mulai menurun dan cenderung
untuk membuat kesalahan dalam
pekerjaan, timbul kelelahan fisik.
+240C: Kondisi optimum.
+100C: Kelakuan fisik yang extreme mulai
muncul.

Kelembaban adalah banyaknya air yang terkandung dalam udara (dalam %). Suatu keadaan dimana udara sangat panas dan kelembaban tinggi akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar – besaran (karena sistem penguapan) dan semakin cepatnya denyut jantung karena makin aktifnya peredaran darah untuk memenuhi kebutuhan akan oksigen. Menurut Kepmenkes No. 1405 Tahun 2002 batas kelembaban ruangan industri adalah 40% – 60%. Bila kelembaban udara ruang kerja > 60% perlu menggunakan alat dehumidifier. Bila kelembaban udara ruang kerja < 40% perlu menggunakan alat humidifier.

Pencahayaan sangat mempengaruhi manusia untuk melihat obyek – obyek secara jelas, cepat tanpa menimbulkan kesalahan. Kemampuan mata untuk melihat obyek dengan jelas ditentukan oleh ukuran obyek derajat kontras antara obyek dengan sekelilingnya, luminasi (brightness), serta lamanya waktu untuk melihat obyek tersebut berdasarkan jenis kegiatannya.

Waktu Istirahat (rest periode)

Mengurangi kelelahan kerja selama operator bekerja dengan menentukan waktu istirahat operator selama bekerja untuk menjaga kinerja operator selama bekerja. Waktu istirahat yang diperlukan oleh operator sebagai berikut:

1. Operator bubut

Hasil pengukuran denyut nadi operator bubut disajikan pada Tabel 8 dan klasifikasi beban kerja disajikan pada Tabel 3. Energy expenditure operator mesin bubut selama bekerja diperoleh sebesar 5,6 cal/min. Sedangkan energy expenditure operator bubut selama istirahat adalah 2,75 cal/min. Hasil pengukuran energy expenditure operator mesin bubut disajikan pada Tabel 9. Waktu istirahat yang diperlukan operator mesin bubut adalah 20,854 menit.

2. Operator mesin frais

Hasil pengukuran denyut nadi operator frais disajikan pada Tabel 7 dan klasifikasi beban kerja disajikan pada Tabel 3. Energy expenditure operator mesin frais selama bekerja diperoleh sebesar 5,2 cal/min. Sedangkan energy expenditure operator frais selama istirahat adalah 2,875 cal/min. Hasil pengukuran energy expenditure operator mesin frais disajikan pada Tabel 9. Waktu istirahat yang diperlukan operator mesin bubut adalah 18,851 menit.

Kelelahan Kerja

Kelelahan kerja diukur dari denyut nadi yang dinyatakan dalam % beban cardiovascular (%CVL). Pada operator mesin frais dihasilkan CVL sebesar 26,7%, berdasarkan tabel klasifikasi beban kardiovaskular sebesar 26,7% masih di bawah 30% maka operator mesin frais tidak mengalami kelelahan kerja. Operator mesin frais bekerja dalam kondisi normal selama waktu kerja berlangsung dan banyak waktu menganggur.

Pada operator mesin bubut dihasilkan CVL sebesar 31,34%, karena hasilnya terletak diantara range 30% – 60% maka operator bubut mengalami kelelahan kerja yang berakibat kepada penurunan performa operator selama bekerja. Operator mesin bubut membutuhkan waktu istirahat selama bekerja sedang berlangsung.

Hasil pengukuran kondisi lingkungan kerja fisik operator bubut dan operator frais menunjukkan beberapa kriteria masih di bawah NAB seperti cahaya lampu yang terlalu gelap. Pencahayaan yang kurang dapat menyebabkan mata operator kerja cepat lelah, sehingga bisa menimbulkan kesalahan kerja. Selain itu keadaan temperatur yang terlalu panas dan keadaan kelembaban yang terlalu lembab. Kondisi temperature terlalu panas akan mengakibatkan rasa letih dan kantuk, mengurangi kestabilan dan meningkatkan jumlah angka kesalahan kerja (Grandjean, 1986 dalam Nurmianto, 2004). Kondisi lingkungan kerja yang dibawah NAB perlu dilakukan perbaikan untuk kenyamanan dan keselamatan kerja operator mesin bubut dan mesin frais selama bekerja. Untuk keadaan yang terlalu gelap perlu dilakukan penambahan jumlah lampu (cahaya) disekitar operator mesin frais dan bubut. Sedangkan untuk keadaan yang terlalu panas dan lembab perlu dilakukan pembuatan ventilasi udara (sirkulasi udara) dan alat dehumidifier di sekitar operator mesin bubut dan frais.