Pentingnya Penerapan Program K3 di Perusahaan

Pentingnya Penerapan Program K3 di Perusahaan

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting dalam dunia industri untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman dalam lingkungan kerja. Sistem ini akan membantu meningkatkan hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja untuk memudahkan selama proses produksi berjalan.

Menurut John Ridley (1986), dalam usaha menciptakan lingkungan kerja yang aman, maka kontraktor perlu asas yang kuat bagi implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja, yaitu:

  1. Dari segi kemanusianaan, membiarkan terjadinya kecelakaan kerja tanpa berusaha melakukan sesuatu untuk memperbaikinya merupakan suatu tindakan yang tidak manusiawi karena kecelakaan kerja yang terjadi tidak
    hanya akan menimbulkan penderitaan bagi korban (misalkan kematian, luka/cedera), tetapi juga mengakibatkan penderitaan batin bagi keluarga korban, jika korban menderita cacat atau bahkan hingga meninggal. Maka
    dari itu, perusahaan kontraktor memiliki kewajiban untuk melindungi pekerjanya dengan cara menyediakan lapangan kerja yang aman melalui program keselamatan dan kesehatan kerja.
  2. Dari segi ekonomi, setiap kecelakaan kerja yang terjadi akan menimbulkan kerugian ekonomi seperti kerusakan mesin, peralatan, material, biaya pengobatan, biaya santunan, dan sebagainya. Oleh karena itu dengan melakukan langkah-langkah pencegahan kecelakaan maka perusahaan kontraktor dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan.
  3. Nama baik perusahaan juga merupakan asas yang kuat bagi implementasi penerapan K3. Perusahaan kontraktor yang memiliki citra baik dalam keselamatan kerja dapat mempengaruhi kemampuan untuk bersain dengan perusahaan lain. Menurut Barri dan Paulson (1984), tercapainya citra baik suatu perusahaan sangat didudkung oleh prestasi kerja perusahaan tersebut. Jadi, apabila suatu perusahaan tercatat memiliki angka kecelakaan kerja rendah, maka perusahaan tersebut menjadi sangat kompetitif dalam hal persaingan tender.
  4. Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku, yang artinya Pemerintah mengeluarkan regulasi berupa Undang-Undang dan Peraturan menteri Tenaga Kerja yang mewajibkan para kontraktor untuk menyediakan suatu lapangan pekerjaan yang memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja.