Peraturan Dan Keselamatan Berkendara Sepeda Motor Di Jalan Raya

Peraturan Dan Keselamatan Berkendara Sepeda Motor Di Jalan Raya

Kondisi negara Indonesia sebagai negara hukum memberikan konsekuensi untuk mengatur setiap aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.Salah satu aturan hukum yakni peraturan lalu lintas. Peraturan lalu lintas diatur dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Segala tindakan manusia dalam berlalu lintas harus sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berisi mengenai perintah dan larangan yang harus dipatuhi oleh semua masyarakat demi menjaga keselamatan dan keamanan saat berada di jalan.

Keselamatan dan keamanan berkendaraan harus tetap dijaga dengan mewujudkan sikap disiplin berlalu lintas. Disiplin menurut KBBI adalah ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan (tata tertib).

Disiplin memiliki tujuan untuk menunjukkan sikap baik yang harus dilakukan maupun sikap buruk yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang sesuai dengan norma atau peraturan yang ada di masyarakat. Disiplin dibentuk sebagai sikap menghargai, menghormati, patuh pada peraturan yang ada baik tertulis maupun tidak tertulis yang dijalankan tanpa mengeluh dan menerima sanksi bila melanggar.

Lalu lintas menurut Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah gerak kendaraan dan orang di ruang lintas jalan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa disiplin berlalu lintas adalah tindakan seseorang untuk mematuhi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berkendara di jalan raya sesuai dengan peraturan lalu lintas. Disiplin berlalu lintas ini dilakukan dengan mematuhi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas dan batas keceparan saat berkendara.

Pada kenyataannya, peraturan lalu lintas masih banyak dilanggar oleh masyarakat. Adanya pelanggaran lalu lintas menunjukkan kurang dipatuhinya Peraturan berkendara sekaligus Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan efektif. Menurut data operasi ospensif anggota Satlantas Pelanggaran yang dilakukan antara lain tidak memakai helm, memilih jalur seenaknya, tidak menyalakan lampu utama maupun tidak menyalakan lampu tanda berbelok arah.

Remaja merupakan proses transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2009 ada dua kategori usia remaja yaitu remaja awal dan remaja akhir. Remaja awal dimulai pada usia 12 sampai 16 tahun, sedangkan remaja akhir antara usia 17 hingga 25 tahun. Pada masa ini, remaja mulai melihat ketidakpuasan pada diri mereka sendiri, mengkritik sifat mereka, mengembangkan diri dari orang lain maupun teman.

Ciri-ciri remaja yang berkaitan dengan disiplin berlalu lintas dapat dilhat dari ciri psikomotor, perilaku kognitif, perilaku sosial dan moralitas. Ciri-ciri psikomotor remaja awal antara lain gerak gerik tampak canggung dan kurang dikoordinasi, aktif dalam berbagai jenis permainan. Ciri perilaku kognitif remaja awal yaitu proses berpikir sudah mampu mengoperasikan logika yang bersifat abstrak, kecakapan intelektual berkembang pesat, mulai menunjukkan bakat yang jelas.

Perilaku sosial ciri-ciri remaja awal antara lain munculnya keinginan bergaul dengan banyak teman serta adanya ketergantungan dengan kelompok sebaya. Moralitas ciri-ciri remaja awal antara lain keinginan bebas dari pengaruh orang tua, mulai berpikir kritis untuk menguji nilai etis, dan mengidentifikasikan moralitas yang dipandang tepat.

Ciri psikomotor remaja akhir antara lain gerak gerik mantap dan keterampilan mulai terbatas untuk menunjang persiapan kerja. Remaja akhir dilihat dari ciri perilaku kognitif antara lain mampu mengoperasikan logika untuk membuat generalisasi, kedewasaan mulai memuncak, dan bakat mulai mantap atau mencapai puncak.

Perilaku sosial remaja akhir berupa bergaul dengan teman yang terbatas serta teman sebaya berpengaruh rendah. Ciri moralitas remaja akhir antara lain dapat memisahkan nilai dan orang yang melakukan kesalahan, dapat menentukan tindakannya sendiri, menjaga jarak kebebasannya dengan orang tua.

LEAVE A REPLY