Inilah 5 Prinsip Dasar Menegur Dalam Inspeksi Safety

prinsip menegur dalam inspeksi safety

prinsip menegur dalam inspeksi safety – Menjadi professional/ahli dalam bidang safety/K3, tentu kita pernah melihat prilaku tak aman dari rekanan/kontraktor ditempat kita bekerja. Bila melihat hal itu, kita pasti akan menegur orang ini untuk keselamatan dirinya. Tetapi, jika kita salah dalam memberinya teguran mungkin saja orang ini jadi marah pada kita, merasa dirinya direndahkan, tak perduli apa yang kita sampaikan, atau bahkan orang ini berhenti dari pekerjaan lantaran segan dengan kita. Walau sebenarnya tujuan kita baik yakni agar mereka selamat serta sampai ke rumahnya dalam kondisi selamat tanpa kecelakaan ditempat kerja

Menegur yaitu elemen utama dalam pengawasan K3 lantaran menegur itu bisa mengurangi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh perilaku tak aman. Menurut Heinrich, 88% kecelakaan kerja diakibatkan oleh prilaku tak aman. Jika kita dapat menegur dengan baik, jadi 88% kecelakaan kerja dapat kita hindari.

Ada banyak prinsip yang perlu di perhatikan dalam menegur yang saat lakukan pengawasan safety :

1. Sapa namanya terlebih dulu. Nama yaitu lagu terindah untuk setiap orang. Dengan menegur namanya, berarti ada kemauan dari kita untuk tahu lebih jauh dirinya.

2. Hindari Menyalahkan. Kita yaitu professional K3 bukanlah seorang polisi maupun hakim yang akan memvonis orang yang bersalah. Tugas kita dalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya K3 untuk mereka. Dengan Menyalahkan orang lain, orang itu akan mengalami penurunan motivasi. Oleh karenanya, sebisa mungkin kita mengatur emosi yang muncul saat menegur.

3. Berikan pertanyaan yang tepat. Terkadang kita menegur dengan alasan yang benar, namun alasan yang benar nyatanya kurang untuk menimbulkan kesadaran. Berikanlah mereka pertanyaan terbuka perihal resiko yang dapat terjadi disebabkan prilaku yang mereka kerjakan. Biarkan mereka menyimpulkan sendiri hingga mereka dapat lebih menemukan alasan logis dari mereka sendiri untuk mereka berlaku aman.

4. Berikanlah fakta. Bawalah data berbentuk grafik, tabel, gambar, cerita atau bahkan juga video yang menunjukkan kecelakaan yang dapat terjadi disebabkan tindakan tak aman yang mereka kerjakan. Hal semacam ini akan memberi mereka gambaran yang lebih jelas tentang resiko tindakan mereka serta langkah untuk mengatur resiko itu.

5. Ingatkan perihal keluarga mereka. Tiap-tiap pekerja tentu mencintai keluarga mereka. Mereka tentu mau kembali ke rumah untuk berjumpa orang yang mereka sayangi. Ingatkanlah mereka kalau ada orang-orang yang selalu menanti mereka pulang dari tempat kerja. Orang-orang ini mencintai dia serta mengharapkan ia bisa pulang dengan selamat. Prinsip itu dapat kita gunakan bila pekerja itu terus keras kepala serta tidak ingin menerima nasehat kita. Coba saja katakan pada pekerja itu “Berapa nomer ponsel istri atau anak Anda? Saya mau mencatat hingga jika Anda kecelakaaan, saya tak kesulitan lagi menghubungi keluarga Anda”