Memilih Sarana Komunikasi kesehatan dan Keselamatan Kerja yang Efisien

sistem manajemen k3 perusahaan

Banyak industri yang memiliki karyawan ratusan bahkan ribuan yang mungkin tersebar di lokasi-lokasi kerja, sementara personil K3 tidak sampai sepuluh orang. Bagaimana kita mensiasati hal tersebut agar semua informasi mengenai K3 bisa sampai pada setiap pekerja?

Karenanya kita memerlukan sarana komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja yang efisien, lalu bagaimana kita bisa memilih komunikasi k3 yang efisien agar informasi bisa lengkap, akurat, sesuai dan berkualitas pada seluruh karyawan sesuai dengan bagian kerja masing-masing? Sebelum kita merancang prosedur komunikasi, partisipasi dan konsultasi yang efisien, perlu kita identifikasi dahulu kemungkinan penyebab komunikasi yg tidak efisien sebagai contoh :

  1. Waktu yang tidak tepat dalam pemberian informasi.
  2. Pemisahan khusus yang terjadi misalnya ruang kerja yang terpisah wilayah.
  3. Kelompok kerja yang bervariatif, misalnya dari segi bahasa, budaya dan jenis pekerjaan.
  4. Tingkat konflik yang berbeda-beda pada organisasi, staff, petugas teknis dan manajemen.

Dengan teridentifikasinya penyebab selanjutnya yaitu memilih cara penyampaian komunikasi yang efisien dilihat dari persentase diterimanya hasil komunikasi diantaranya :

  • 10% bila info di terima melalui membaca.
  • 20% bila info di terima melalui mendengar.
  • 30% bila info di terima melalui melihat.
  • 50% bila info di terima melalui melihat dan mendengar.
  • 70% bila info di terima melalui pembicaraan.
  • 90% bila info di terima melalui orang kerjakan dan katakan.

Dari kemungkinan penyebab dan metode persentase diterimanya hasil komunikasi maka kita bisa memilih metode komunikasi yang lebih efisien, misalnya :

  1. Publikasi (lesson learn, safety alert), bisa dipasang diarea strategis yang bisa di baca oleh semua pekerja. Poster dan sign, cara ini bisa dipasang di daerah berbahaya ataupun sebagai penunjuk arah. Ini dipakai untuk memberi informasi menganai jenis bahaya yang ada.
  2. Slide dan diskusi, dipakai untuk suatu kelompok tertentu yang sesuai dengan jenis pekerjaan misalnya saat pelatihan ataupun daily safety meeting/toolbox meeting.

Film atau video, dipakai untuk suatu topik tertentu sebagai contoh untuk bahan training, ataupun untuk daily manajemen meeting. Pemilihan prosedur sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dalam suatu perusahaan yang efisien akan memberi output berupa peningkatan kepedulian pekerja pada bahaya dan antisipasinya, mengubah perilaku, menanamkan beberapa informasi manajemen K3 perusahaan yang update pada pekerja.

Bagaimana di prosedur partisipasi dan konsultasi k3 tempat Anda???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *