Mengapa Proses Lean Gagal? Simak 12 Tanda Ketidak-stabilan pada Aliran Proses!

tanda-tanda ketidakstabilan pada aliran proses

Menurut Lonnie Wilson, seorang Lean expert dan pengarang buku “How To Implement Lean Manufacturing”, banyak organisasi yang gagal mendapatkan hasil optimal dari program Lean memiliki sistem kualitas yang lemah. Lebih spesifiknya, mereka gagal temukan cara untuk melindungi aliran sistem tetap stabil.

Bila organisasi anda memiliki satu atau lebih dari bebrapa isu yang dikemukakan Wilson berikut ini, maka kemungkian anda juga akan (atau sedang) memiliki permasalahan (yg tidak kecil) dengan implemetasi Lean di organisasi anda itu. Kemungkinan besar, root cause dari semua pemicu kegagalan terletak pada satu permasalahan saja : tidak memiliki aliran yang stabil pada takt.

12 tanda yang terlihat dari sistem kualitas yang lemah dengan aliran sistem yg tidak stabil yaitu :

  1. Pada hari Senin departemen baru buat susunan pekerjaan yang perlu ditangani pada minggu itu. Pada Selasa, mereka mulai merubah dan menggeser jadwal-jadwal. Pada hari Rabu, mendadak karyawan diperintah lembur. Pada hari Kamis, barang dengan tergesa-gesa di kirim. Setelah akhirnya melalui semua kekacauan, pada hari Jumat beberapa pengiriman masih terlambat dan beberapa lupa dikirimkan.
  2. Mereka tidak memiliki 99%-plus first time yield pada setiap ruang kerja. Lebih buruk lagi bila mereka bahkan tidak menghitungnya.
  3. Rework yaitu hal yang biasa.
  4. Bukan hanya rework, mereka juga melakukan banyak pengulangan, seperti siklus “inspeksi – pemilahan – rework – pemilahan ulang – pengiriman” dalam sistem produksi.
  5. Lebih buruk lagi, banyak sistem yang didesain dengan sistem yang demikian.
    Mereka memiliki banyak produk scrap, dan scrap itu dihitung dengan presentase, bukan hanya dengan PPM.
  6. Pertemuan dengan pelanggan mengonsumsi sebagian besar waktu manajemen.
  7. Kerapkali manajemen harus merubah dan mengatur jadwal selama minggu untuk mengakomodir pertemuan dengan pelanggan.
  8. Selalu ada yang mengisi 8D Permasalahan Solving Worksheet.
  9. Merespon komplain pelanggan jadi agenda tetap dari manajemen dan tema itu selalu ada pada meeting departemen produksi.
  10. Hampir selalu ada barang yang tengah berada dalam pengawasan pihak ke-3, atau dalam quality containment.
  11. Hampir selalu ada perbincangan pada mereka yang berada di divisi produksi dan quality, berkutat dengan “bagaimana produk akhir yang bisa di terima dan bagaimana yg tidak dapat diterima”.
  12. Divisi produksi berasumsi mereka yang berada di divisi quality berlebihan, dan semua tim manajemen berfikir kalau spesifikasi yang diminta pelanggan terlalu tinggi, bahkan bila spesifikasi itu tidak berubah mulai sejak RFQ.

Bila anda memiliki satu atau lebih dari daftar di atas dalam organisasi anda, baiknya segera benahi di mulai dari akar permasalahannya, hingga aplikasi lean di lini produksi juga akan memberi hasil yang optimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here